Bongkar isi Tas Siaga Persalinan

Halo Semua!

Setelah setahun ya tidak pernah menulis di blog (wow! lama juga ya), kali ini saya sengaja kembali menulis lagi hanya untuk membayar salah satu hutang menjelang kelahiran, yaitu berbagi isi TAS SIAGA PERSALINAN yang saya siapkan. Semoga bermanfaat!

Selain mempersiapkan mental dan fisik, salah satu yang tidak kalah penting perlu disiapkan menjelang kelahiran adalah Tas Siaga. Iya kadang kita kebingungan, apa saja yang perlu kita persiapkan, terutama bagi yang menanti kelahiran anak pertama. Biasanya kita terlalu antusias membeli semua kebutuhan perlengkapan bayi yang menggemaskan, tapi hati-hati kalap mata ya. Tak jarang justru apa yang kita beli malah tidak terpakai, padahal uangnya bisa buat kebutuhan lain yang lebih penting lagi, secara menjelang kelahiran itu banyak banget pos pos keuangan yang perlu kita sisihkan juga.

Salah satu TIPS waktu lahiran Sawaii yang sangat bermanfaat adalah Fokus utama belanja kebutuhan isi Tas Siaga dulu aja. Kenapa hanya isi tas Siaga? karena itu paling dasar, selebihnya bisa kita beli setelah lahiran (ini bisa jadi salah satu alasan keluar rumah setelah lahiran, biar gak jenuh), atau biasanya banyak dapat dari Kado jadi bisa termanfaatkan dengan baik dan gak ‘double-double’ deh. Selain itu kadang ada beberapa kerabat dekat atau saudara yang mengerti banget saat lahiran bertanya “Yang belum ada apa?” langsung jangan sungkan buat kasih daftar list kebutuhan yang belum terpenuhi di luar tas siaga. hahahaha..

Daftar Tas Siaga saya yang pertama, saya ambil dari beberapa sumber di internet yang kemudian saya pilih berdasarkan kebutuhan dan tidak lupa saya diskusikan dengan beberapa kawan yang sudah pernah lahiran tentunya. Karena guru terbaik itu pengalaman, pengalaman dari yang sudah pernah melahirkan tentunya.

Berikut Tas Siaga Persalinan vol 1.1

Keperluan Ibu :

  1. 2 Sarung Samping
  2. 2 Pasang Kaos Kaki
  3. Sendal Jepit
  4. BH Menyusui
  5. Breast Pad
  6. Nursery Cover
  7. Breast Pump
  8. Pembalut Bersalin
  9. Pakaian Dalam
  10. Daster/Pakaian Tidur
  11. Make Up Kit
  12. Pakaian Pulang
  13. Buku Bacaan
  14. Gunting Kuku
  15. Perlengkapan Mandi + Handuk
  16. Cemilan Mood Booster

Keperluan Baby :

  1. 3-4 Set Pakaian Baby
  2. 4-6 Popok new born
  3. 2 pasang kaos kaki dan sarung tangan
  4. 3 kain bedong
  5. 1 buah selimut baby
  6. Topi/Kupluk
  7. Perlengkapan Mandi bayi (body wash and shampo, telon, colonge, & bedak)
  8. Gendongan

Keperluan Bapak :

  1. Pakaian Ganti
  2. Pakaian Dalam
  3. Alat Sholat
  4. Charger Handphone
  5. Camera
  6. Surat-surat (Kartu Keluarga, Buku Nikah, dan Buku Pemeriksaan kehamilan)
  7. UANG!

Itu adalah Isi Tas Siaga Persalinan vol 1.1 nya Sawaii sekitar 3,5 tahun lalu. Lalu Tas Siaga sekarang? Kali ini kami dapat daftar isi Tas Siaga dari klinik kami (re : Bumi Ambu) yang kami modifikasi dengan pengalaman bersama Tas Siaga Persalinan vol 1.1 dan tambahan kebutuhan bersama Kakaknya, sebut saja kali ini dengan Tas Siaga Persalinan vol 1.2. Dan berikut daftarnya :

Tas Siaga Persalinan vol 1.2

Keperluan Ibu :

  1. 2 Sarung Samping
  2. Sendal
  3. 2 BH Menyusui
  4. Breast Shell / Breast Pad
  5. 6 buah Pembalut Bersalin
  6. 3 set Pakaian Dalam
  7. 1 Daster/Pakaian Tidur
  8. Bebengkung
  9. Make Up Kit
  10. 2 Pakaian Kancing/sleting depan
  11. Buku Bacaan
  12. Gunting Kuku
  13. Perlengkapan Mandi + Handuk
  14. Cemilan Mood Booster

Keperluan Baby :

  1. 3 buah Jumper (Ukuran New Born dan 3-6m)
  2. 10 buah Popok Kain
  3. 6 buah Baju Bayi (Lengan Panjang & Pendek)
  4. 6 buah Celana Bayi
  5. 7 buah Kain Bedong
  6. 3 buah Topi/Kupluk
  7. 6 Pampers new born
  8. 1 buah Handuk
  9. 1 buah selimut baby
  10. 4 pasang kaos kaki dan sarung tangan
  11. Perlengkapan Mandi bayi (body wash and shampo, telon, colonge, & bedak

Keperluan Bapak :

  1. Pakaian Ganti
  2. Pakaian Dalam
  3. Alat Sholat
  4. Charger Handphone
  5. Buku Bacaan
  6. Camera Instax
  7. Buku Pemeriksaan kehamilan
  8. UANG!

Keperluan Kakak :

  1. 3 Set pakaian dalam
  2. 1 Set pakaian tidur
  3. 2 Set pakaian ganti
  4. Mainan/Buku Bacaan
  5. Cemilan

Selain itu, waktu belanja kebutuhan Sawaii, saya sama sekali tidak beli ukuran new born (0-3m) karena katanya si anak akan cepat besar banget, jadi belinya yang 3-6m dan hasilnya ketika Sawaii lahir dengan berat 2,8kg, bajunya kedodoran semua. hahahahaha.. tapi memang gak lama banget sih yang ukuran new born ini kepakenya, jadi kalau mau beli ukuran new born boleh aja tapi gak perlu terlalu banyak, karena bayi itu beneran cepat banget tumbuhnya. Untuk adenya ku beli 3-4 set ukuran new born, nambah dari baju kakaknya yang sebagian masih layak pakai.

Sekian daftar Tas Siaga Persalinan yang kami siapkan, silahkan disesuaikan dengan kebutuhannya ya, Semoga bermanfaat dan selamat menanti buah hati dengan Suka Cita ❤

DSC04642
Tas Siaga Vol 1.1 (12/7/2015)
whatsapp-image-2019-02-18-at-18.33.54.jpeg
Tas Siaga Vol 1.2 (18/2/2019)

Balada empatpuluhhari dan limapuluhempathari

IMG_7927April lalu, aku bersama Uli bertemu dan menangis bersama. Menangis atas yang sedang kami alami saat itu. Aku yang baru saja putus dan Uli yang statusnya sedang tidak jelas. Kami bukan seorang sahabat yang selalu bertemu untuk bercerita, bahkan dulu kami hanya seorang teman yang berkegiatan di sahabat walhi jabar, tidak lebih. Setelah lama tidak berkomunikasi, akhirnya kami bersama ketika liburan ke Pulau Tidung (ini juga acak dan gak sengaja, kita memang jodoh mungkin li. hahaha..). Dan setelah itu, kami sempat beberapa kali sengaja bertemu untuk saling bercerita, saling berbagi dan menularkan semangat positif satu sama lain.

Begitu pula dengan April itu, kami yang sengaja bertemu untuk saling bercerita, kami yang sama-sama membutuhkan teman untuk berbagi dan saling menguatkan, yang mana kami tidak saling tau bahwa ternyata kami sedang pada posisi yang sama. Sama-sama baru saja mengambil keputusan besar dalam hidup, aku yang akhirnya putus setelah 3 tahun berhubungan, Uli yang baru saja mempertanyakan kejelasan kepada pasangan Ta’arufnya. Ah, rasanya hari itu kami sedang sama-sama dalam titik terbawah dalam perjalanan asmara kami. (ini lebay. Hahahaha..) Dikarenakan sama-sama single, kami mulai mengagendakan beberapa kegiatan bersama, mulai dari pengajian (pencitraan banget) sampai Nonton Konser edulab bersama 3 wanita yang gak kalah istimewa, Diny, Meme dan Ririn. Berbahagia sekali bisa bersama mereka.

Setiap kali bertemu dengan mereka, kami selalu meng-update kehidupan masing-masing. Maklum kami tidak bisa selalu bertemu, tapi kami selalu memiliki kualitas bertemu yang cukup baik untuk terus mengetahui perkembangan satu sama lain. Sampai akhirnya kami bertemu lagi untuk Karoke untuk melepas rindu dan berbagi kebahagiaan karena 1 minggu setelah itu, aku akan di khitbah. Namun ternyata kebahagiaan kami tidak hanya disitu, Uli pun mengumumkan kalau dia akan dikhitbah seminggu setelah aku. ALHAMDULILAH!! Iya kami sangat berbahagia, begitupula dengan aku. Entah aku sangat merasa berbahagia mendengar Uli akan dikhitbah oleh orang yang kemarin sempat uli pertanyakan :p

Jujur saja, sebagai perempuan aku pernah menaruh simpati kepada Uli. Dia perempuan yang sangat baik, dari dulu kita kenal sama-sama belum menggunakan kerudung, dia sudah rajin beribadah dan bahkan dulu aku sempat ingin menjodohkan uli dengan calon suamiku saat ini. Karena aku suka Uli dan aku juga suka calon suamiku yang mana dulu adalah sahabatku. Aku merasa mereka pas. Tapi ternyata dan untung gak jadi 😀

Akhirnya waktu khitbahku tiba, dan disana akhirnya keluarlah tanggal pernikahan yang mana adalah 40 hari dari hari khitbahku. Lagi-lagi aku merasa sangat berbahagia memiliki mereka, karena ternyata mereka juga berbahagia karena kebahagiaanku. Kami semua bersemangat menyambut 40 hari menjelang pernikahanku. Kebahagiaan kami tidak sampai situ, seminggu setelah Khitbah aku, Uli di khitbah yang mana keluarlah rencana pernikahan Uli. yaitu 54 hari setelah Khitbahnya, iya 2 minggu setelah pernikahanku. Subhanallah, entah bagaimana lagi mengekspresikan kebahagiaan ini. Dan semoga segera menular juga kepada 3 perempuan istimewa kami itu.

After Party Karoke Dangdut Koplo dan yang berbaju Hijau itu single loh gaes! Minat? PING me 😀

Luar biasa rencana-Nya, kami seolah tidak dibiarkan sendiri, Uli ada disampingku bersama saling membantu dari masa menangis bersama, khitbah yang berjarak 1 minggu sampai nikah yang berjarak 2 minggu. Bahkan, aku sempat berkhayal semoga nanti jika Allah mempercayai kami untuk diberikan rezeki anak, semoga bisa bareng lagi ya. Amiiinnn 😀

Kini, kami sedang hectic bersama. Hahahaha.. Tapi tidak membuat kami menjadi jauh, justru kami malah saling membantu. Salah satunya, dikarenakan calon-calon suami kita sibuk, ada beberapa pekerjaan persiapan yang kita lakukan bersama. Diantaranya memesan souvenir. Iya, Jum’at lalu kami bersama mencari souvenir, berbelanja beberapa barang seserahan dan buku undangan kami kembar. Hahahaha.. Ini sangat menarik! kami sangat menikmatinya, benar-benar sangat menikmatinya.

Selain itu, aku bersama calon suamiku berencana untuk berlibur ke salah satu kota di pulau jawa juga setelah menikah nanti, tapi kami belum pesan tiket sih masih nunggu yang mau sponsorin. Mungkin ada yang berminat sponsorin? hahahaha.. Dan lagi-lagi ternyata Uli juga memiliki rencana yang sama dan mereka sudah pesan tiket duluan dooong. hahahaha.. Ini lucu banget, apa ini juga mau dibarengin aja? 😀

Terimakasih Ya allah, atas malaikat yang kau berikan dalam bentuk sahabat. Semoga kami selalu dalam kesehatan, menikmati setiap detik kesibukan menjelang, selalu berbahagia dan diberikan kelancaran hingga harinya tiba. Amin 😀

Btw, ini ada salah satu tulisan Uli yang cukup recommended untuk dibaca : http://auliauli.tumblr.com/post/98293937086/allahs-plan-is-better-than-your-dream. Selamat Membaca!

 

 

 

 

 

Lagi-lagi Masa lalu

Tuhan menguji setiap umatnya untuk satu hal, meningkatkan kapasitasnya untuk lebih baik dan lebih baik lagi. Mungkin itu juga alasan kenapa setiap pasangan memiliki cerita tersendiri ketika menjelang hari dimana mereka akan menyempurnakan separuh dari agama mereka. Masa iya mau menyempurnakan setengah dari agama gak diuji dulu kelayakannya. Mau diberikan ijin mengemudi mobil dijalanan aja ada Tesnya, apalagi ini.

Entah mengapa, akhir-akhir ini terlalu banyak hal-hal yang berbau masa lalu datang menghampiri, ada yang menawarkan masa depan dan ada pula yang hanya mampir menggoda dengan aromanya. Untukku itu tidak terlalu sulit, karena sudah pasti aku akan tetap memilih kamu. Aku (insyaallah) bisa dengan yakin memilih kamu untuk menjadi imamku bukan hanya di Dunia tapi di Akhirat. Amin. Tapi nampaknya ujian ini bukan hanya untukku, ini untuk kamu.  Semoga kamu dapat bersabar melihat itu semua yaaa, melihat beberapa pria menghampiriku walau tak pernah aku hiraukan.

Lalu adakah yang lainnya?

“Shelly, kamu udah bener-bener move on belum dari mantan?” tanya seorang temanku, dengan lantang tanpa pikir panjang kujawab bahkan dengan huruf kapital untuk menegaskan “aku? UDAH!”, “yang bener?” tanya dia untuk lebih meyakinkan, “sama mantan aku? udah aku mah ih”, “ya baguslah kalo udah mah.. tapi kenangannya tetep ada kan?”

Damn! aku merasa kena banget dengan pertanyaan terakhir itu. Iya aku masih bisa mengenang dengan baik semua kenangan bersama dia, dari mulai kita pertama kali sampai terakhir hubungan kami. Dari mulai semua yang indah, sampai kenangan yang rasanya ingin aku lupakan karena terlalu benci untuk dikenang.

“Kenangan mah masih adalah, tapi gak pernah sedikitpun ada pikiran untuk kembali” jawabku. “Iya kaya gitu.. ibarat yang mungkin saat ini pasangan kamu rasakan untuk orang di masa lalunya”

Ini lagi-lagi cerita tentang masa lalu, aku yang sedang berjalan mengarah masa depan sedang memupuk memperkuat akar, mencari tahu apa-apa yang bisa berpotensi konflik di masa yang akan datang. Salah satunya adalah rasa cemburu aku yang berlebihan tentang masa lalumu. Iya, aku yang yakin padamu ini masih mempertanyakanmu denga masa lalumu.

Mungkin kamu sudah muak, lagi-lagi ini, ini lagi ini lagi. Tapi tenang, aku sedang berusaha, kamu bersabar ya, aku perlu waktu dan usaha keras, tapi aku akan berusaha agar ini tidak terjadi lagi dikemudian hari.

Aku pikir semua orang yang telah menyia-nyiakanmu pasti akan sangat menyesal, karena kamu terlalu spesial untuk disia-siakan. Dan aku terlalu takut kehilangan kamu saat seseorang menyesal telah menyia-nyiakan kamu. Aku terlalu sibuk mencari dimana letak keberadaan keyakinan jika waktu itu tiba, kamu akan tetap memilihku. Aku terlalu sibuk mencari alasan bahwa aku memang lebih baik untuk kamu, bukan karena dia tidak lebih baik dariku. Tapi karena Tuhan selalu tau mana yang yang terbaik untuk setiap umatnya. Dan mungkin menurut Tuhan, aku lebih baik untukmu. Dan kamu lebih baik untukku. Iya, Aku terlalu takut seolah aku tidak memiliki Tuhan.

Hari ini, aku ditegur oleh-Nya melalui temanku. Setiap orang memiliki masa lalu, masa lalu yang tidak bisa dilupakan namun bukan berarti dia akan kembali. Seperti halnya aku, aku masih bisa mengenang dengan baik setiap waktu yang terlewat di masa lalu, tapi bukan berarti aku ingin kembali. Dan kini aku percaya, kamupun sama. Kalau ayah Pidi Baiq bilang, kira-kira “Masa lalu mu adalah milikmu dan masa lalu lu adalah milikku, namun masa depan adalah milik kita bersama”

Perjalanan dari sebuah Pilihan (End)

Dengan berbekal keraguan yang tak kunjung menguap, didampingi buku yang mendadak jadi teman setia. Waktu terus berjalan seiring dengan kepasrahan dan ketenangan, karena akhirnya aku memutuskan untuk ikhlas menjalani apa yang aku biarkan berjalan dengan apa adanya, aku biarkan tangan-Nya mengatur karena Dia yang Maha Mengetahui. Beruntungnya, aku lahir dan besar dikeluarga yang membiasakan hal-hal luar biasa, ketika ragu ini semakin tumbuh, aku terbiasa melihat orang tuaku yang tak lepas dari Puasa Senin Kamis dan Sholat Malam sampai akhirnya aku mencoba hal yang sama, aku melakukannya dengan satu tujuan, ketenangan batin atas apa-apa yang saat ini berjalan. Yang mana aku baru tau sekarang-sekarang ada salah satu hadist yang menyebutkan, “Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk
menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata,
dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk
menikah.. berpuasalah, kerana sesungguhnya puasa tersebut sebagai
penahannya.” Kalau tau dari dulu, udah puasa senin kamis dari kuliah da. Secara cita-cita banget nikah muda gitu 😀

Istiqarah? Itu adalah jawaban yang selalu direkomendasikan hampir setiap orang yang sedang mengalami kebimbangan. Dan nampaknya semua orang juga tau itu, hanya seberapa niat kamu melakukan itu, dan seberapa sabar kamu melakukan itu berkali-kali tanpa lelah, sampai kamu menemukan keyakinan dan ketenangan. Tidak ada ibadah dan Doa yang instan, mie instan aja butuh beberapa menit dimasak kemudian dimakan apalagi sebuah ketenangan  hati. Jawaban yang diberikan-Nya pun ajaib, bisa dengan mimpi atau ketenangan hati, keyakinan atau kemudahan atas apa yang dipilih. Entah berapa kali aku terus istiqarah, yang aku ingat hampir 1 bulan setengah hampir 2 bulan melalukan tanpa henti. Lalu apa tanda-tanda yang aku dapatkan? Entah aku tidak mau ‘sok tau’, aku hanya merasa semakin hambar bersama pasanganku saat itu dan entah mengapa dalam sholatku dia selalu dia sahabatku.

Tapi itu semua tidak membuat aku lantas yakin itu jawaban Tuhan, aku butuh waktu untuk mencerna apakah ini sebuah jawaban atau emang dasarnya aja ‘ngarep’. Semakin lama, aku semakin hambar dan aku putuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan pasanganku saat itu, aku sudah tidak sanggup lagi untuk berpura-pura semua baik-baik saja, saat hati sudah tidak ingin  berkata sayang walau mulut tetap seolah harus berkata sayang. Maka aku putuskan untuk menyelesaikannya dengan alasan yang sebenernya pasanganku ciptakan sendiri, “Kamu ingin menyelesaikan Kuliah, kalau begitu silahkan selesaikan terlebih dahulu dan aku juga akan berusaha memantaskan diri. Jika semuanya telah selesai dan kamu yakin padaku, datang dan mintalah aku kepada orangtuaku”. Karena (lagi-lagi) menurut buku yang saya baca, kenapa akhirnya Tuhan belum memberikan kamu Jodoh ya mungkin salah satunya karena menurutnya kamu belum pantas, kamu masih harus meng-upgrade diri, mengaktifkan radar kepantasan kamu untuk dipilih jodohmu dengan sebuah peningkatan kapasitasmu. Kapasitas yang Tuhan anggap cukup mampu memenuhi kriteria Jodohmu yang memang sudah Ia siapkan sebelumnya. Tanpa ada pertahanan diri apapun, pasanganku saat itu mengiyakan. Entah karena kamu yang mulai muak padaku atau kamu ingin membuktikan sesuatu kepadaku.

Sebenernya ada satu alasan lagi yang tidak aku utarakan padanya. Satu alasan mendasar sebelum akhirnya aku memulai lembaran baru dengan siapapun itu. Aku hanya tidak ingin menjadi bagian wanita yang menyesal karena tidak pernah berjuang mencaritahu. Ini yang disebut jodoh, setiap orang yang ada dalam hidupmu itu bukan semata-mata kebetulan, Tuhan selalu mempunyai rencana cantik untuk perjalananmu. Seorang teman pernah bercerita mengenai kisahnya, dia yang tiba-tiba didatangi sahabat lamanya yang telah menikah dan memiliki anak, datang dan bernostalgia. Diakhir cerita, sahabatnya mengutarakan bahwa dulu, sahabatnya pernah berharap padanya, menaruh harapan besar. Temanku yang saat ini belum menikah sangat kaget, dia merasa ini tidak adil, karena sebenernya dulu dia juga pernah berharap, dan dia tidak pernah diberi kesempatan ini. Apakah saat sahabatnya mengutarakan itu adalah salah satu kesempatan baru? Tidak. Kadang perempuan melakukan itu hanya untuk menyelesaikan rasanya, membuat rasanya lepas agar kaki lebih mudah berjalan kedepan tanpa bayang masa lalu. Iya, aku tidak ingin menjadi bagian dari kisah-kisah itu. Maka dengan penuh kepasrahan tanpa tau akhirnya, aku memutuskan hubunganku dengan pasanganku. Memberikan kesempatan sekaligus meyakinkan hati ini tanpa adanya penyesalan. Jika saat kesempatan ini ku biarkan kosong, dan suatu ketika kamu datang. aku dengan sangat yakin dapat berkata “Aku pernah memberimu kesempatan, tapi kamu tidak mempergunakannya dengan baik. Mungkin kita memang tidak jodoh”, tapi jika ternyata kesempatan ini justru membuat kita semakin dekat. Mungkin kita memang jodoh 😀

Satu hal yang pasti saat itu ada dibenakku, apapun jawaban Tuhan kelak yang Ia pilihkan untukku, Aku siap. Karena aku yakin dan aku tahu itu memang yang terbaik untukku, untukmu, untuk kita semua. Jika Tuhan menyatukan aku dan pasanganku kembali, aku pasti berbahagia karena aku sudah sangat mengenalnya. Tapi ternyata jika Tuhan memiliki cerita lain, salah satunya bersama sahabatku, aku juga akan sangat berbahagia karena aku merasa ada hal berbeda padanya, yang membuat aku begitu nyaman walau itu juga termasuk konsekuensi yang harus aku terima.

Cerita Cinta itu selalu indah, tapi ceritaku adalah cerita yang paling aku suka. Iya, setelah keputusan itu, entah mengapa jalanku bersama sahabatku terasa mudah, semua berjalan mulus diwarnai dengan kerikil-kericil kecil namun tetap berjalan cepat. Tangan Tuhan tak pernah letih memudahkan jalan ini, ditemani doa yang tak pernah putus, syukur yang selalu terucap. Dengan penuh keberanian dan tak butuh waktu lama, dia tidak hanya memintaku menjadi kekasihnya, dia memintaku untuk menjadi Teman Hidupnya. Aku ingat salah satu ciri apakah dia jodohmu atau bukan adalah ketika kalian satu ritme, saat kamu berlari dia pun sama, saat kamu berjalan dia pun berjalan. Ternyata saat itu, dia sedang membuka diri. Dia sedang mencari calon istri yang akan dia nikahi 1-2 Tahun lagi, dengan segala pertimbangan dan konsekuensi (secara dia beneran beda dengan pria pada umumnya terutama yang pernah dekat denganku) yang kelak aku harus terima, aku bersedia. Aku bersedia menjadi makmumnya, mengikuti apa-apa yang nanti menjadi imamku. Termasuk keluar dari zona nyamanku saat itu.

Dengan segala keajaiban-Nya pula, niat baik kami dimudahkan tanpa harus menunggu tahun depan atau 2 tahun lagi. Dengan percaya bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan umatnya yang memiliki Niat menyempurnakan setengah dari agamaNya. Kami yang secara finansial belum kuat, memberanikan diri untuk memulai semuanya bersama. Membangun sebuah Mimpi baru bukan hanya mimpi mengenai Event lingkungan yang biasa kita lakukan, tapi mimpi keluarga yang selalu berpegang teguh pada prinsip sesuai ajaran Islam dan tidak bertentangan dengan Alam.

Lalu bagaimana dengan mantan pasanganku saat ini? Kami percaya, bahwa pada saatnya nanti dia pun akan berkata “Takdir Allah tidak pernah salah”, karena kami akan tetap membuka pintu kami untuk tetap saling menyayangi dalam bentuk yang berbeda.

Kita tidak akan pernah tau, sampai kita merasakan dan menjalaninya sendiri. Dan apa-apa yang sudah pada posisi “zona nyaman”, tidak selalu berakhir dengan baik. Justru bisa saja kita lebih bahagia saat kita tidak berada dalam kenyaman yang ternyata tidak membuat kita lebih baik, hanya aman tanpa berkembang.

Katanya, Jika kamu menggantungkan hidupmu pada manusia lain maka kecewalah yang kamu dapatkan. Namun jika kamu menggantungkan hidupmu pada keikhlasan-Nya, niscaya kebahagiaan yang akan kamu dapatkan. Karena Ia tidak akan pernah berkata tidak pada doamu, yang ada hanya “bukan saat ini” atau “akan ku gantikan dengan yang lebih baik” :’)

Perjalanan dari sebuah Pilihan (Part 1)

Entah sudah berapa orang bertanya “Ada apa?”, “Ih kok bisa?”, “Kenapa?”, terlalu banyak pertanyaan dari benak mereka yang benar-benar ingin tau atau pura-pura ingin tau.

Untuk mereka yang berada disebelahku, mungkin kalian sudah pada tahap muak menerima curhatan seorang extrovert lengkap dengan dramanya. Tapi bukankah hidup ini panggung sandiwara dan Tuhan sang sutradaranya? Dan aku hanya seorang pemain yang mengikuti cerita yang Dia pilih, cerita yang terbaik Dia pilihkan untuk setiap hambanya.

Tidak mudah memang, setelah apa-apa yang dilalui, setelah semua berjalan menjadi sebuah kenyaman karena terbiasa. Terbiasa bersama menjalani hari-hari dengan sebuah kehidupan yang aman, ya seperti biasa. Kamu yang dulu hadir mengisi memberi warna, warna yang hampir mirip dengan kehidupanku sebelum ada kamu, atau warnaku yang terlalu menyilaukan dan dominan sehingga membuat kamu mengikuti warnaku? hingga akhirnya semua terlihat seperti hanya warnaku dan semua berjalan seperti biasa. Sebiasa dengan cita-cita setiap pasangan yang mencinta adalah pernikahan. Iya, aku dan kamu pernah memiliki satu mimpi yang sama mengenai akhir dari perjalanan cinta kita, pernikahan.

Saat kalian memiliki cita-cita, kalian pasti akan mencari tahu bagaimana cara mendapatkannya dari seseorang yang telah terlebih dahulu berhasil mendapatkannya. Begitu pula dengan pernikahan, aku sangat antusias mencari tahu dan berdiskusi dengan mereka yang telah menikah sebelumnya. Aku ingat aku pernah bertanya pada Dodi (rekan berkaryaku di Greeneration Indonesia), “Dod, apa yang membuat dodi yakin ‘ya nur orangnya’?” jawabannya adalah “kalau kamu bisa membayangkan bagaimana kehidupan kamu setelah menikah, bisa jadi dia orangnya”.  Tanpa berfikir panjang, aku membayangkan apa yang terjadi jika aku dan kamu menikah nanti, Aman. Iya yang terbayang kehidupanku kelak tak akan terlalu sulit, sama halnya seperti saat ini, seperti menjalani kehidupan 25 tahun yang telah aku lalui. Tak kan terlalu berbeda lah. Oke kita akan terus berjalan, berproses mewujudkan semua yang kita mimpikan.

Tapi diam-diam aku membayangkan seseorang, seorang teman baik kami, partner berkarya, sahabat yang entah sudah berapa lama aku mulai menaruh ketertarikan yang mana dia tak tau dan ku biarkan rasa itu tanpa ku pelihara. Aku membayangkan jika aku bersama dia, bayangan yang aku dapat adalah aku akan sangat berbeda dari mulai pemikiran, gaya hidup sampai hal-hal kecil yang membuat aku berbeda. Aku gak bisa inilah, aku gak bisa itulah dan dan itu membuat aku mengurungkan melanjutkan khayalan itu, dan karena itu aku pasti memilih pasangankulah. Aman, Tentram dan bersahaja walau dalam hati kecilku ada penasaran, tapi kayaknya seru juga kalau sama dia. (>.<)

Semenjak dia membuka cerita kehidupan pribadinya aku mulai mengenal dia bukan hanya partner berkarya. Bahkan aku sempat memberikan pernyataan “Selama ini dia yang aku cari, bukan pasanganku”, tapi karena aku sudah memiliki pasangan dan kami cukup serius, aku memilih pasanganku, selain itu dia sangat tidak diduga, lebih banyak membuat ‘gondok’ daripada bahagianya. Walau seperti itu, Dia adalah orang yang cukup penting adalah pengambilan keputusan. Tak jarang aku mendiskusikan dan meminta pendapat dari hal-hal yang gak penting sampai hal-hal yang penting dengan catatan siap-siap ‘gondok’ atau kena semprot karena dia cukup jutek ya. Kalian yang disekelilingku mungkin lebih tau, bagaimana sikap menyebalkannya kepadaku.

Kembali lagi, semua berjalan seperti biasa, aku yang kini mulai mendesak kepastian pasanganku merasakan letih karena belum juga ada titik terang. Selalu mundur dengan berbagai alasan yang membuat aku cukup bimbang. Atas dasar desakanku juga, keluarga besar pasanganku saat itu akhirnya kerumah berkenalan karena setelah 3 tahun berhubungan kami belum pernah benar-benar bertemu 2 keluarga. Namun keluargaku merasakan ada yang aneh, tidak ada tanda-tanda yang menyinggung kemana arah hubungan kami, yang ada hanya silaturahmi biasa seperti keluarga jauh yang datang mengunjungi keluarga lainnya. Tak ada pembicaraan apapun, minimal meminta aku menunggu kamu sampai studymu selesai.

Kebimbangan itu tidak kunjung hilang, malah semakin berkembang. Aku tidak paham apa yang ingin disampaikan Tuhan saat ini, aku tidak mengerti apakah ini adalah sebuah ujian untuk kami atau pertanda yang dia berikan? Aku terlalu buta untuk membedakannya dan aku terlalu lelah untuk terus berfikir. Segala usaha telah aku coba, mulai dari curhat dengan banyak sahabat, nitip doa kepada orangtua yang mana kebetulan mereka akan berangkat Perjalanan Umrah dan sampai akhirnya aku sebut ini jodoh, aku yang memang senang berjalan-jalan sendirian ke mall atau toko buku menemukan buku mengenai Jodoh Dunia Akhirat karya pasangan suami istri muda. Yang mana dulu mana aku tertarik dengan buku-buku semacam itu, atas seijinNya tangan ini mengambil. membaca sekilas dan kemudian membelinya. Hahahahaha..

Percayalah, tangan Tuhanmu itu ajaib. Dia bisa membantumu dengan cara tak terduga melalui sesuatu yang tidak kamu bayangkan sebelumnya. Kamu hanya perlu peka dan membuka diri.

bersambung…

Untuk Perempuan

Hallo Perempuan,
Kali ini aku ingin bertanya pada setiap perempuan. Apakah kalian pernah cemburu pada masa lalu pasanganmu? Apakah itu sesuatu hal yang wajar dan normal? dengan catatan tanpa ada kejadian khusus ya, seperti masih komunikasi. Iya hanya sebuah ketakutan berlebihan karena kamu sendiri yang memikirkannya, memikirkan apakah dulu pasanganmu memperlakukan hal sama dengan masa lalunya, apakah dia masih berharap, apakah terlalu banyak apakah dalam kepala yang membuat kamu sendiri letih dengan semua pikiran yang kau buat sendiri.

Saya saat ini sedang merasakannya, semakin hari, semakin sayang, semakin yakin, semakin tau kemana arah hubungan kita, semakin takut kehilangan dan semakin memikirkan yang tidak-tidak. Ini bukan pilihan yang saya mau, tapi semua datang begitu saja. Padahal dulu saya adalah orang yang paling antusias mendengar cerita tentang masa lalunya saat kami sedang bersahabat, saya merasa saya orang yang paling bisa menerima cerita masa lalunya karena saya bisa memposisikan sebagai sahabatnya. Tapi ternyata kini, saya adalah orang yang paling ketakutan. Bahkan tak jarang saya mengalami mimpi buruk berkali-kali. Dan itu sangat menyebalkan ketika kita harus berkali-kali mendiskusikan hal ini bersamanya, membuat mood kamu mendadak runyam seketika, membuat kamu harus berkali-kali menangis hanya untuk ketakutan yang kamu ciptakan sendiri dan yang paling parah adalah membuat pasanganmu harus terus berusaha meyakinkanmu. Jujur itu menyebalkan, saya menjadi perempuan yang paling menyebalkan menurut saya.

Lelucon tanpa maksudpun bisa menjadi bumerang dalam hal ini, kita yang tiba-tiba bisa menyambung-nyambungkan apa yang terjadi saat ini dengan masa lalunya, kita yang bisa melihat sisi gurauannya sebagai sesuatu hal yang serius karenanya, masa lalu. Rasa ini membuat kita kehilangan sisi humor kita, yang ada hanya kecurigaan dan ketakutan berlebihan.

Perempuan, Apakah ini semua karena kita terlalu mengetahui seberapa rasanya dulu pada masa lalunya, atau karena masih ada yang tidak kita ketahui mengenai masa lalunya?
Yang saya yakini cemburu itu ada karena kita tidak percaya diri atau karena pasangan kita tidak bisa membuat kita percaya? Tapi entah dari kasus ini saya merasa semua karena saya, sifat dasar kita perempuan atau hanya saya?

Perempuan,
Mari berbagi cerita, mari berbagi solusi, karena cemburu bukan tanda sayang.