Lagi-lagi Masa lalu

Tuhan menguji setiap umatnya untuk satu hal, meningkatkan kapasitasnya untuk lebih baik dan lebih baik lagi. Mungkin itu juga alasan kenapa setiap pasangan memiliki cerita tersendiri ketika menjelang hari dimana mereka akan menyempurnakan separuh dari agama mereka. Masa iya mau menyempurnakan setengah dari agama gak diuji dulu kelayakannya. Mau diberikan ijin mengemudi mobil dijalanan aja ada Tesnya, apalagi ini.

Entah mengapa, akhir-akhir ini terlalu banyak hal-hal yang berbau masa lalu datang menghampiri, ada yang menawarkan masa depan dan ada pula yang hanya mampir menggoda dengan aromanya. Untukku itu tidak terlalu sulit, karena sudah pasti aku akan tetap memilih kamu. Aku (insyaallah) bisa dengan yakin memilih kamu untuk menjadi imamku bukan hanya di Dunia tapi di Akhirat. Amin. Tapi nampaknya ujian ini bukan hanya untukku, ini untuk kamu.  Semoga kamu dapat bersabar melihat itu semua yaaa, melihat beberapa pria menghampiriku walau tak pernah aku hiraukan.

Lalu adakah yang lainnya?

“Shelly, kamu udah bener-bener move on belum dari mantan?” tanya seorang temanku, dengan lantang tanpa pikir panjang kujawab bahkan dengan huruf kapital untuk menegaskan “aku? UDAH!”, “yang bener?” tanya dia untuk lebih meyakinkan, “sama mantan aku? udah aku mah ih”, “ya baguslah kalo udah mah.. tapi kenangannya tetep ada kan?”

Damn! aku merasa kena banget dengan pertanyaan terakhir itu. Iya aku masih bisa mengenang dengan baik semua kenangan bersama dia, dari mulai kita pertama kali sampai terakhir hubungan kami. Dari mulai semua yang indah, sampai kenangan yang rasanya ingin aku lupakan karena terlalu benci untuk dikenang.

“Kenangan mah masih adalah, tapi gak pernah sedikitpun ada pikiran untuk kembali” jawabku. “Iya kaya gitu.. ibarat yang mungkin saat ini pasangan kamu rasakan untuk orang di masa lalunya”

Ini lagi-lagi cerita tentang masa lalu, aku yang sedang berjalan mengarah masa depan sedang memupuk memperkuat akar, mencari tahu apa-apa yang bisa berpotensi konflik di masa yang akan datang. Salah satunya adalah rasa cemburu aku yang berlebihan tentang masa lalumu. Iya, aku yang yakin padamu ini masih mempertanyakanmu denga masa lalumu.

Mungkin kamu sudah muak, lagi-lagi ini, ini lagi ini lagi. Tapi tenang, aku sedang berusaha, kamu bersabar ya, aku perlu waktu dan usaha keras, tapi aku akan berusaha agar ini tidak terjadi lagi dikemudian hari.

Aku pikir semua orang yang telah menyia-nyiakanmu pasti akan sangat menyesal, karena kamu terlalu spesial untuk disia-siakan. Dan aku terlalu takut kehilangan kamu saat seseorang menyesal telah menyia-nyiakan kamu. Aku terlalu sibuk mencari dimana letak keberadaan keyakinan jika waktu itu tiba, kamu akan tetap memilihku. Aku terlalu sibuk mencari alasan bahwa aku memang lebih baik untuk kamu, bukan karena dia tidak lebih baik dariku. Tapi karena Tuhan selalu tau mana yang yang terbaik untuk setiap umatnya. Dan mungkin menurut Tuhan, aku lebih baik untukmu. Dan kamu lebih baik untukku. Iya, Aku terlalu takut seolah aku tidak memiliki Tuhan.

Hari ini, aku ditegur oleh-Nya melalui temanku. Setiap orang memiliki masa lalu, masa lalu yang tidak bisa dilupakan namun bukan berarti dia akan kembali. Seperti halnya aku, aku masih bisa mengenang dengan baik setiap waktu yang terlewat di masa lalu, tapi bukan berarti aku ingin kembali. Dan kini aku percaya, kamupun sama. Kalau ayah Pidi Baiq bilang, kira-kira “Masa lalu mu adalah milikmu dan masa lalu lu adalah milikku, namun masa depan adalah milik kita bersama”

Untuk Perempuan

Hallo Perempuan,
Kali ini aku ingin bertanya pada setiap perempuan. Apakah kalian pernah cemburu pada masa lalu pasanganmu? Apakah itu sesuatu hal yang wajar dan normal? dengan catatan tanpa ada kejadian khusus ya, seperti masih komunikasi. Iya hanya sebuah ketakutan berlebihan karena kamu sendiri yang memikirkannya, memikirkan apakah dulu pasanganmu memperlakukan hal sama dengan masa lalunya, apakah dia masih berharap, apakah terlalu banyak apakah dalam kepala yang membuat kamu sendiri letih dengan semua pikiran yang kau buat sendiri.

Saya saat ini sedang merasakannya, semakin hari, semakin sayang, semakin yakin, semakin tau kemana arah hubungan kita, semakin takut kehilangan dan semakin memikirkan yang tidak-tidak. Ini bukan pilihan yang saya mau, tapi semua datang begitu saja. Padahal dulu saya adalah orang yang paling antusias mendengar cerita tentang masa lalunya saat kami sedang bersahabat, saya merasa saya orang yang paling bisa menerima cerita masa lalunya karena saya bisa memposisikan sebagai sahabatnya. Tapi ternyata kini, saya adalah orang yang paling ketakutan. Bahkan tak jarang saya mengalami mimpi buruk berkali-kali. Dan itu sangat menyebalkan ketika kita harus berkali-kali mendiskusikan hal ini bersamanya, membuat mood kamu mendadak runyam seketika, membuat kamu harus berkali-kali menangis hanya untuk ketakutan yang kamu ciptakan sendiri dan yang paling parah adalah membuat pasanganmu harus terus berusaha meyakinkanmu. Jujur itu menyebalkan, saya menjadi perempuan yang paling menyebalkan menurut saya.

Lelucon tanpa maksudpun bisa menjadi bumerang dalam hal ini, kita yang tiba-tiba bisa menyambung-nyambungkan apa yang terjadi saat ini dengan masa lalunya, kita yang bisa melihat sisi gurauannya sebagai sesuatu hal yang serius karenanya, masa lalu. Rasa ini membuat kita kehilangan sisi humor kita, yang ada hanya kecurigaan dan ketakutan berlebihan.

Perempuan, Apakah ini semua karena kita terlalu mengetahui seberapa rasanya dulu pada masa lalunya, atau karena masih ada yang tidak kita ketahui mengenai masa lalunya?
Yang saya yakini cemburu itu ada karena kita tidak percaya diri atau karena pasangan kita tidak bisa membuat kita percaya? Tapi entah dari kasus ini saya merasa semua karena saya, sifat dasar kita perempuan atau hanya saya?

Perempuan,
Mari berbagi cerita, mari berbagi solusi, karena cemburu bukan tanda sayang.