Antara Perempuan, Clodi Diapers dan Menstrual Pad

Ini semua bermula dari perkenalan aku pada 2 orang anak Direksi Greeneration Indonesia, Akram dan Momo telah lama menggunakan Clodi Diapers yang sudah dikenalkan oleh Ibu (sebutan Akram pada Ibu Nur, ibunya) dan oleh Bubu (sebutan  Momo pada Bubu Ami, Ibunya). Aku tertarik pada Clodi Diapers dimana itu bisa sangat mengurangi sampah popok yang jelas tidak sedikit, bayangkan saja jika 1 hari anak kita menggunakan 1 popok dan itu pasti lebih tidak mungkin 1 hari 1 popok, mungkin sampai 4 atau 5 atau lebih kurang. Ya sekitarlah, ditambah anak tersebut akan menggunakan Popok dari sejak mereka lahir sampai mereka sudah bisa memahami bahwa membuang air atau kotoran itu harus di Toilet bukan dicelananya, dan itu mungkin sampai 3 atau 4 tahun?! Kasihan mereka, baru lahir sudah menanggung beban sampah yang sebenernya tidak mereka pilih.

“Mama, aku baru lahir. Kok udah diajari menyakiti cara terbaik menyakiti Bumi. Memberikan banyak beban sampah.” dan Mamah pun berkata “Maafkan mamah nak, mamah bukan tidak mau kerepotan tapi Popok Sekali Buang sedang hits saat ini dan memudahkan mamah untuk beraktifitas lainnya” Dan anakpun berkata ” Iya mamah, aku paham. Mamah pasti kerepotan ya mengurus aku ditambah pekerjaan lainnya, walaupun sebenarnya aku ini yang kamu dambakan untuk menyempurnakan kebahagiaan atas nama keluarga? Semoga Popok Sekali Buang itu tidak memiliki efek menyakitiku selain menyakiti Bumi ya mah”, “Semoga ya nak, menurut iklan di Televisi itu juga baik untukmu. Baik membiarkanmu untuk menjadi seseorang yang selalu nyaman saat kamu ada pada kesalahan/kotor (membuatmu tak merasa salah saat kamu ngompol dicelanamu sendiri) Mamah cukup punya uang untuk membeli Popok Sekali Buang sebanyak-banyaknya nak. Mari kita isi penuh TPA”

Ah sudahlah, ini hanya gurauan sore hari. Jangan dimasukan ke hati, celetukan dari seseorang yang belum menjadi Mamah-mamah. Tak paham apa yang Mamah rasakan. Yang belum menjadi Mamah-mamah ini hanya bertekad, suatu saat Mamah wanna be ini akan selalu berusaha semampunya untuk tidak akan pernah menggunakan Popok Sekali Pakai.

Karena itu aku tertarik, sangat tertarik pada Clodi Diapers, tapi jika aku akan membeli dan menggunakan Clodi Diapers itu artinya aku harus menikah dan memiliki anak terlebih dahulu, terlalu lama (mungkin) dan Perubahan yang tidak bisa menunggu terlalu lama sob. Aku wanita dewasa, yang setiap bulannya kami seperti balita, memerlukan satu bantalan di celana dalam kami untuk membalut luka karena tidak terbuahi atau belum waktunya dibuahi. Kami seperti mereka, menyumbangkan sampah yang tidak sedikit yang setiap bulannya. 1 hari mungkin bisa 2-3 dikali seminggu prosesnya. Kami salah satu pelaku yang membuat leuwihgajah meledak, benar kami para wanita dewasa. Karena itu adakah sejenis Clodi Diapers yang diperuntukan untuk kami? yang jelas tidak ada karet disamping ataupun dengan motif mobil, jelas bukan itu maksudnya. Ternyata ada, Pembalut kain atau Menstrual Pad.

img_0900

Tepat 2 bulan lalu, aku tegas berkata “Selamat Tinggal pada Pembalut sekali pakai, Terimakasih telah menemani selama ini. Tapi maaf, aku kini memilih yang lain. Memilih yang lebih baik untuk kesehatan, lebih bersahabat dengan alam dan berteman baik dengan isi dompet. Hahahaha.. Walau dia tidak mengenal kata instan, tapi aku yakin padamu Menstrual Pad

Sudah sejak lama, aku mencari namun hanya niat semata sampai akhirnya kami berjodoh di salah satu kegiatan. OGH Expo, Organic Green and Healty dimana banyak sekali pilihan kebutuhan untuk menunjang hidup ya Organik, hijau dan jelas pasti sehat. Aku menemukan berbagai macam merk dan harga dari Menstrual Pad sampai akhirnya aku dibantu temanku boyeng, memilih untuk menjatuhkan hati pada salah satu merk untuk berkenalan lebih dalam setiap bulannya.

Dari sejak saat itu sampai saat ini termasuk saat sedang menulis ini kami selalu bersama setiap bulannya, setiap kali peluruhan dinding rahim ini terjadi.  Aku semakin kenal, semakin yakin, semakin cinta pada Menstrual Pad ini. Aku sangat puas dengan pilihan ini, puas karena aku berhasil selama 2 bulan ini tidak membuang 1 pcs pembalut. YEAH! Puas karena, tidak seribet itu dalam menggunakannya seperti yang ditakutkan dan dibayangkan, puas karena bahan yang cukup baik sehingga tidak membuat ‘flek’ pada pembalut kain tersebut hanya perlu dicuci dengan sabun mandi, puas karena kini aku hampir tidak pernah merasakan rasa sakit berlebihan di hari pertama seperti biasa, semua sangat normal, semua berjalan bahkan menjadi lebih alami. Dan yang lebih menangjubkan lagi, sudah 1 bulan ini aku sudah sangat jarang didatangi oleh tamu ‘keputihan’

Perubahan tidak bisa menunggu, namun Perubahan tidak harus selalu besar. Perubahan kecil dengan konsisten akan menghasilkan sesuatu yang lebih berarti dibandingnya Perubahan besar sekali dan Tidak berkelanjutan. Tidak perlu Takut untuk berubah. Berikut ada beberapa Tips Tahapan bagi kalian yang ingin mencoba menggunakan Menstrual Pad ataupun Clodi Diapers :

1. Jika kamu takut bocor, pergunakan Menstrual Pad/Clodi Diapers minimal jika kita sedang dirumah/ Hari Libur bekerja, tidak akan kemana-mana. Jadi jika bocor ya tidak masalah 😀

2. Tahap 1 Sukses, kita bisa pergunakan Menstrual Pad pada hari ke 4-6, saat tidak terlalu banyak.  Atau ketika anak keluar rumah dengan waktu sebentar. Lumayan semakin banyak menghemat sampah pembalut ataupun popok 😀

3. 2 Tahap tersebut lancar jaya, lanjut pada tahap ekstrim. Dimana dipergunakan dari hari pertama, tiap hari. Jika terpaksa harus mengganti diluar, cukup cuci menggunakan air sampai tidak ada kotorannya, cukup bersih dan kemudian nanti di rumah dapat dicuci kembali sampai bersih. Yuhu!

4. Mencuci hanya cukup dengan sabun wangi alias sabun mandi saja, bagi yang cukup sulit dapat direndam terlebih dahulu dengan air biasa 1 hari. Lalu cuci menggunakan sabun wangi. Selamat Mencoba!

Aku bukan seorang ahli kesehatan, aku hanya menulis atas apa yang aku rasakan, aku lihat dan aku perhatikan. Kadang sesuatu yang instan itu tidak selamanya memberikan efek yang baik.

Perempuan memiliki peranan yang cukup penting dalam mengubah Dunia. Mulai dari keluarganya sendiri dan membentuk anak-anak yang akan meneruskan Bangsa dan Dunia ini kelak, karena

“Bagaimana nanti anak-anak kita, sangat tergantung dengan Perilaku kita saat ini”

Bandung, 26 November 2013

dear smokers

Malam tadi aku membaca sebuah tulisan, tulisan untuk sahabatnya dari seorang sahabat yang pernah kehilangan orang tersayang hanya karena sesuatu yang mereka pilih. Mereka pilih untuk menikmati hidupnya, mereka pilih untuk menjadikan kebutuhan hidupnya dan mereka yang selalu memiliki alasan apa yang mereka

Aku bukan ahli kesehatan, bahkan dulu akupun sama seperti kalian, SAMA. Memilih karena tidak paham namun tahu, memilih dengan dalih lingkungan dan pergaulan padahal aku tau bahayanya, namun tak dimengerti

Aku terdiam membaca tulisannya, aku teringat pada semua orang yang tersayang, aku terbayang penyesalan apa yang akan aku rasakan ketika aku kehilangan mereka, tanpa mampu berbuat apa-apa. Terbayang airmata yang tidak akan mudah untuk diseka oleh tangan. Kehilangan mereka yang sangat berarti

“Saat ngebul dinikmati sendiri, tapi saat sakit perihnya dirasain oleh seluruh yang mencintai dia. Sadar ga sih bahwa dari setiap kepulan asap, kalian menabung airmata orang-orang yang mencintai kalian”

Aku sadar, apapun yang aku lakukan, semua tidak mungkin berubah begitu saja. Dan entah sudah berapa kali, ini menjadi perbincangan bahkan perdebatan. Kali ini, aku tidak akan memaksamu. Aku hanya ingin kamu tahu, airmataku sudah siap. Aku telah mempersiapkannya, walau itu menyakitkan

dari semua orang yang mencintaimu