dear smokers

Malam tadi aku membaca sebuah tulisan, tulisan untuk sahabatnya dari seorang sahabat yang pernah kehilangan orang tersayang hanya karena sesuatu yang mereka pilih. Mereka pilih untuk menikmati hidupnya, mereka pilih untuk menjadikan kebutuhan hidupnya dan mereka yang selalu memiliki alasan apa yang mereka

Aku bukan ahli kesehatan, bahkan dulu akupun sama seperti kalian, SAMA. Memilih karena tidak paham namun tahu, memilih dengan dalih lingkungan dan pergaulan padahal aku tau bahayanya, namun tak dimengerti

Aku terdiam membaca tulisannya, aku teringat pada semua orang yang tersayang, aku terbayang penyesalan apa yang akan aku rasakan ketika aku kehilangan mereka, tanpa mampu berbuat apa-apa. Terbayang airmata yang tidak akan mudah untuk diseka oleh tangan. Kehilangan mereka yang sangat berarti

“Saat ngebul dinikmati sendiri, tapi saat sakit perihnya dirasain oleh seluruh yang mencintai dia. Sadar ga sih bahwa dari setiap kepulan asap, kalian menabung airmata orang-orang yang mencintai kalian”

Aku sadar, apapun yang aku lakukan, semua tidak mungkin berubah begitu saja. Dan entah sudah berapa kali, ini menjadi perbincangan bahkan perdebatan. Kali ini, aku tidak akan memaksamu. Aku hanya ingin kamu tahu, airmataku sudah siap. Aku telah mempersiapkannya, walau itu menyakitkan

dari semua orang yang mencintaimu

Iklan