Ini Semua karena #Dilan1990

Saya pernah kecewa dengan film yang diangkat dari novel, menjatuhkan ekspektasi saya yang saya bangun indah saat membacanya. Rasa kecewa itu yang membuat saya jadi lebih waspada untuk tidak berharap terlalu banyak. Termasuk pada Film Dilan, salah satu karya Surayah Pidi Baiq yang memiliki ruang khusus di hati saya. Buku yang akan selalu  mengingatkan saya pada masa-masa pendekatan bersama Pak Reza pada tahun 2014. Salah satu media yang membuat kami dekat dan merasa memiliki kesamaan, sama-sama suka karya Surayah Pidi Baiq.

Ada antusias dan ketakutan tersendiri saat mengetahui bahwa Dilan akan dibuat film, yang mana ternyata jadi Dilannya sendiri adalah Iqbaal Ramadhan? Kecewa? Tidak sesuai dengan ekspektasi mungkin iya, tapi saya tidak terlalu kecewa karena saya tidak berharap apapun. Saya biarkan mereka yang seharusnya melakukan yang terbaik berjalan, dan kita tunggu hasil akhir dari apa yang sudah mereka ikhtiarkan (siapa lu shel? hahahaha..)

Sampai tiba saatnya media terlalu ramai membicarakan #DilanMilea ataupun #IqbaalVanessha membuat saya penasaran. Penasaran kenapa Surayah memilih mereka? saya lebih mempertanyakan yang katanya pilihan Surayah.  Saya kepo kayak orang gila selama berhari-hari sebelum akhirnya tayang, saya menonton semua wawancara mereka di tayangan Televisi maupun media online. Apa yang saya dapat? saya malah jatuh cinta sama pasangan #IqbaalVanessha! HAHAHAHAHAHA.. Saya malah menikmati kegemesan mereka seperti dulu saya jatuh cinta pada pasangan #jevinrinni sebelum mereka resmi mengumumkan hubungan mereka. Disini saya lagi-lagi belajar bahwa, kamu gakan pernah tau sebelum kamu mengenal dan mencoba memahami. Ternyata pas udah kenal, suka juga kan? Apalagi sama Iqbaal. Tak perlu saya jelaskan ya kenapa, karena saya takut kamu juga akan jatuh cinta. hahaha..

Tapi perlu saya akui, saya jadi makin mengerti alasan Surayah kenapa akhirnya memilih Iqbaal menjadi Dilan setelah 1-2 tahun pencarian. Secara pesona, Iqbaal sangat mampu menjadi Dilan bahkan saya sepakat dengan pernyataan saat kamu nonton film Dilan, kamu tidak akan melihat Iqbaal disana, yang ada hanya Dilan. Kecuali gantengnya! Seperti kata Pak Reza berkali-kali mengingatkan, dalam buku Dilan dijelaskan kalau Dilan itu gak ganteng ya, bahkan lebih ganteng Nandan. Tapi saya gak lihat itu di film. Yang ada malah saya beberapa kali komentar ketika nonton filmnya “Ya ampun, Iqbaal ganteng banget ya Allah!” dan sejujurnya kalau saya diposisi Milea (yang mana gak mungkin, karena Milea terlalu cantik) adalah saya dengan mudah memilih Dilan dibanding Nandan. Karena (sorry to say) Debo kurang dapat pesona Nandan yang populer, anak basket, ketua kelas dan idola perempuan-perempuan di sekolahnya. Meniru pendapat Pak Reza, “kalau Dilannya Iqbaal mah pasti banyak yang mau lah. Pesona Dilan itu justru karena dia itu gak ganteng, tapi dia bisa dapetin seorang Milea yang cantik banget dengan caranya yang gak biasa”. Tapi kalau bukan Iqbaal, siapa lagi yang pantes coba? gak kebayang sih, kayaknya cuma emang Iqbaal doang yang pantes. Udah biarinlah Dilan jadi ganteng, membahagiakan kami para wanita ketika menonton. hahahaha..

Ketika saya nonton beberapa behind the scene, saya melihat jelas ada kegugupan di wajah sasha, ada kaku yang terlihat jelas. Membuat saya sempat tidak yakin dengan aktingnya, tapi ketika saya nontonnya filmnya. Saya seolah benar-benar melihat Milea, Milea yang selalu di hati Dilan. Milea yang Surayah ceritakan dalam buku.

Dan yang paling penting dari itu semua, saya sangat menikmati filmnya. Meningat-ngingat apa yang saya baca 3-4 tahun lalu melalui buku. Filmnya mampu membuat saya bernostalgia, walaupun ketika tahun 1990 saya sendiri baru 2 tahun ya. Tapi saya sempat menikmati masa-masa telepon umum, pendekatan melalui telepon rumah,  termasuk sun tangan sama gebetan waktu SMA (EH!) dan kenangan lainnya yang berhasil membuat saya menangis berkali-kali dan tertawa terbahak-bahak. Secara keseluruhan mereka cukup berhasil memvisualisasikan buku #Dilan1990 dalam bentuk film yang apik, mempermainkan perasaan kita para penikmatnya.

Karena saya sudah baca semua bukunya sampai tamat, menonton film #Dilan1990 membuat saya lebih banyak menangis. Seolah saya sedang kembali ke masa terbaik Milea dan ingin berkata “Milea, nikmatilah karena ini tak akan lama dan kamu akan lebih lama merindukannya daripada menjalaninya”. Atau kalau boleh saya rikues, biarkan di buku saja mereka tidak dapat bersatu, filmnya jangan yaa! Biarkan mereka bersama please, tak tega saya melihat kerinduan meraka kelak. Atau kalau #DilanMilea gak bisa bersatu, semoga #IqbaalVanessha bisa bersatu sampai nikah! Hahahahaha.. Amin!

Jadi setelah nonton #Dilan1990, apakah kamu akan tertarik nonton #Dilan1991 nanti shel? PASTINYA! Kalau perlu hari pertama tayang lagi kayak hari ini. hahahaha..

A073723C-ACBA-4120-8FBA-BAC2F98521E9