Bermain bersama Jejak Kecil di Festival Hari Buku Anak

Ini kali pertama Sawaii (21 m) mengikuti aktifitas bermain sambil belajar bersama Jejak Kecil dalam rangkaian kegiatan yang diadakan oleh Pustakalana di Festival Hari Buku Anak yang diadakan di Taman Cinta – ITB pada 23 April 2017 lalu.

Sebenarnya sang ibu yang antusias pengen banget mengajak sawaii beraktifitas bersama Jejak Kecil sejak lama dan akhirnya kesampaian. Dari beberapa hari sebelumnya Sawaii sudah kami beritahu bahwa hari itu dia akan bermain bersama teman-teman seusianya. Karena satu dan lain hal, bapak hanya mengantar dan nanti menjemput kembali, padahal sebenarnya saya ingin kami bisa mendampingi Sawaii untuk pertama kalinya. Sesuatu hal yang pertama itu memang selalu senang-senang menegangkan yaaa..

IMG_0411Begitu sampai di lokasi, saya langsung takjub melihat dekorasinya yang lucu banget. Ini event anak pertama yang pernah saya datangi dan kereeenn, salut buat teman-teman pustakalana, semoga bisa jadi acara tahunan yaaa.. Amin! Kami pun langsung mengantri Registrasi yang mana sebelumnya kami sudah membeli secara online. Harga tiket masuk Festival Hari Buku Anak sendiri untuk anak-anak 30K presale dan 40K untuk yang membeli di tempat, Tapi untuk Orang Tuanya sendiri bisa gratis dengan beberapa cara diantaranya membawa preloved item/ book, sedangkan untuk aktifitas bermain bersama Jejak Kecil sendiri bayar lagi sebesar 85K. Setelah Registrasi Sawaii mendapatkan topeng kucing dan notebook bertuliskan Pasport terdapat stiker cap bertuliskan “Night at The Museum“, Sawaii pun langsung ingin memakai topeng kucingnya dengan riang gembira dan sang ibu turut bahagia karena mendapatkan notebook yang cute. hahaha..

Setelah menunggu sekitar 30 menit karena terlambat pembukaan acara, akhirnya tibalah saat bermain bersama Jejak Kecil, awalnya Sawaii mau berkenalan dengan kakaknya satu persatu karena masih sepi juga sih, tapi setelah mulai ramai dan kegiatan dimulai, Sawaii diam mematung, diajak bernyanyi diam, ditanya diam, dia terus berpegangan pada ibu, Ibu tak boleh jauh. Kakak-kakaknya berkenalan dengan nyanyian, bernyanyi sambil menari dan Sawaii tetap diam memperhatikan, ku biarkan dia mengobservasi sambil terus ada disampingnya tanpa memaksakan dia untuk mengikuti. Lambat laun dia mau duduk sendiri mendengarkan cerita yang berjudul Night at The Museum yang dibacakan oleh kakaknya walau ibu tetap harus berada dekat dengan dia.

Selesai bercerita tibalah saatnya beraktifitas, anak-anak diberikan sebuah misi untuk mencari dinosaurus yang hilang ketika malam tiba seperti pada buku ceritanya. Pertama mereka diajak mengambil gambar tulang-tulang yang sudah dipersiapkan sebelumnya, lalu memberi makan gambar Singa dan gambar Gajah dengan mengambil alat peraga berupa daging atau rumput yang dibiarkan berserakan, setelah itu mereka juga mewarnai sebuah gambar menggunakan spons, mengambil gambar yang terdapat pada sebuah mangkuk yang ada semacam slime yang lengket-lengket seperti lem, yang pasti setelah mendapat gambarnya Sawaii langsung buru-buru minta dibersihkan. hahaha.. Terakhir mereka mencari bentuk-bentuk tulang dalam tempat yang terdapat semacam pasir untuk ditempel untuk dijadikan gambar utuh Dinosaurus.

Walaupun dia terlihat tidak terlalu antusias dan harus selalu didampingi namun dia mau mengikuti setiap kegiatannya dengan baik tanpa menangis ataupun meminta hal-hal lain diluar kegiatan tersebut. Bahagia? Yes! Karena aku sendiri sebagai ibu belum mampu menyediakan permainan-permainan seperti itu, jadi sesekali bolehlah sawaii beraktifitas di usianya ini sebelum akhirnya dia benar-benar rutin bersekolah.

Namun ada hal yang kurang ideal, salah satunya adalah suara speaker di main stage yang terdengar jelas ke tempat kami beraktifitas membuat anak-anak tidak bisa terlalu fokus. Selain itu terlalu banyak orang baik yang mendampingi, menonton ataupun yang sekedar lewat. Termasuk saya sebagai ibunya kesulitan mendengarkan dengan jelas ketika kakaknya bercerita dan terlihat si kakak berusaha mengeraskan suaranya agar adik-adik dapat mendengar dengan baik. Dan biasanya sih Sawaii juga kalau terlalu banyak orang apalagi orang asing membuat dia lebih diam, next mungkin kami harus mengunjungi tempat Jejak Kecilnya siapa tahu dia bisa lebih menikmati 🙂

Iklan

2 thoughts on “Bermain bersama Jejak Kecil di Festival Hari Buku Anak”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s