#1Bulan1Meseum : Ini Museum Kereta Api atau Galeri Kereta Api?

Semenjak memutuskan untuk nambah eskul #1bulan1museum kami jadi lebih jelas mengisi waktu luangnya. Yang dimaksud waktu luang adalah saat kami sedang di “Kota” dan entah mau kemana untuk mengisi waktu sebelum janji lainnya. Iya kadang-kadang kita bingung ngapain sambil nunggu janjian ketemu orang saat kita terlalu cepat sampai ke “Kota”. Iya kota, maklum kami anak kabupaten pinggiran yang membutuhkan waktu 1-1,5 jam buat sekali jalan ke Pusat Kota.

Kali itu beberapa agenda kami selesai lebih cepat dari perkiraan, sambil menunggu agenda berikutnya kami sepakat untuk mencari Museum terdekat yang bisa kami kunjungi. Entah mengapa, saya penasaran apakah ada “Museum Kereta Api di Bandung?” karena sejauh ini saya sendiri tak pernah mendengar Museum Kereta Api di Bandung. Lalu saya pun melalukan pencarian di google. Aha! Ternyata ada, dan tempatnya tak jauh dari tempat kami berada. Tanpa berfikir panjang, setelah membaca reviewnya kami langsung meluncur kesana.

Setelah sampai, ternyata tempatnya cukup sepi. Bahkan kami sempat ragu sampai akhirnya kami bertanya pada satpam disana “Apa benar ini Museum Kereta Api?”, “Oia benar, silahkan masuk dan isi buku tamunya dulu”. Ternyata memang pengunjungnya sedikit banget, terlihat dari daftar tamunya itu sendiri.

img_8998.jpg
Daftar Tamu Museum Kereta Api Bandung

Tapi itu tidak mematahkan semangat kami untuk mencari tahu apa yang ada di dalamnya. Begitu kami masuk ke ruang utama, kami disambut oleh Pak Mulyadi, Penanggung Jawab di Graha Parahyangan itu. Pak Mulyadi sangat ramah, menemani kami berkeliling sambil menceritakan tentang si Museum Kereta Api ini sendiri, sayang kami tak sempat berfoto bersama karena keburu ada pengujung lainnya. 

Museum Kereta Api ini berada di lokasi Graha Parahyangan, Jalan Dayang Sumbi No 10. Ternyata Graha Parahyangan ini semacam wisma beberapa pegawai PT KAI sekaligus Museum dan Galeri. Tapi kini menurut saya Museum Kereta Api ini lebih cocok disebut Galeri Kereta Api saja karena sebagian barang-barangnya sendiri telah di kirim ke Museum Kereta Api Ambarawa,  dan yang ada hanya galeri foto sejarah dari PT KAI itu sendiri. Itu juga yang Pak Mulyadi katakan, setiap kali ada yang menghubunginya untuk membawa rombongan berkunjung Pak Mulyadi selalu berkata “Coba lihat dulu saja kesini”, ya mungkin beliau juga bingung, takutnya malah diluar ekspektasi dan mereka malah kecewa, khususnya bila rombongan anak TK/SD. Katanya kalau penjunganya mahasiswa bisa kita ceritakan seadanya, tapi kalau yang datang anak TK/SD mereka butuh model jelas ketika datang ke Museum dan Graha Parahyangan ini tidak memiliki selain hanya foto-fotonya saja.

Lalu sebenarnya apakah boleh kesana? boleh banget, kita boleh bermain kesana walau hanya dengan kondisi seadanya. Masuk kesana tidak dipungut biaya sepeserpun, kamu hanya perlu mengisi buku tamu dan buka hanya pada hari dan jam kerja saja ya..

Btw, Museum Kereta Api ini dulunya rumah Ernst Gerard Oscar, seseorang perwira Belanda di Indonesia, yang didirikan pada th. 1927. Rumahnya klasik banget, enak banget emang rumah peninggalan belanda itu ya dan sawaii seneng banget disana ya kerana (lagi-lagi) bisa bebas berlari-lari. Ibu-Bapaknya juga suka, dengan konsep rumahnya yang klasik dan ditengah kota. Yang ada dibenak kita adalah “Berapa harga rumah ini ya? kita suatu saat mampu gak ya punya rumah klasik semacam ini?”

Iklan

4 tanggapan untuk “#1Bulan1Meseum : Ini Museum Kereta Api atau Galeri Kereta Api?”

  1. sayang yah padahal tempat semacam ini harusnya di perbanyak bukan malah di kurang-kurangin. dlu punya pengalaman bikin galeri sama museum. lumayan penuh challenge. hidup museum hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: