Maaf bila berulang tahun itu salah

img_7197

9 Februari 2017 ini tepat kamu berusia 29 tahun.

Maaf, saya sedang tidak mengucapkan doa “panjang umur” padamu, karena dulu sebelum kami menikah, kamu pernah bercerita untuk memiliki cita-cita meninggal di usia muda. Alasannya karena di dunia terlalu banyak ketidak idealan, jadi mending di surga. Walaupun kamu juga berkata, “meski mungkin kita harus menikmati siksa neraka dulu sebelum masuk surga, tapi gapapalah”. Tapi katamu cita-citamu berubah setelah memiliki sawaii, kamu ingin lebih lama menghabiskan waktu bersama kami. Amin untuk apapun Takdir-Nya, karena Dia Maha Mengetahui.

Maaf, sekarang saya jadi takut sama yang namanya ulang tahun, apalagi ulang tahun kamu. Karena kontroversi ulang tahun itu sendiri yang masih dalam bahan diskusi panjang antara kita. Saya sudah sering mendengar berkali-kali mengenai pandangan Islam mengenai ulang tahun dan saya sudah sangat hatam atas apa isi diskusi dan alasan-alasanmu  untuk menghindar dari kata ulang tahun sejak kita berteman baik. Sebenarnya pada dasarnya saya sudah pada tahap sepakat untuk tidak “berulang tahun”, tapi ada hati kecil yang selalu ingin menunjukan bahwa kamu sangat spesial buat saya, saya ingin memperlihatkan itu, saya ingin kamu tahu bahwa kamu sangat berarti dan saya tahu bahwa itu tidak harus di hari ulang tahun.

Maaf, saya sendiri sebenarnya tidak lahir pada keluarga yang suka merayakan ulang tahun, waktu kecil saya bahkan tidak pernah merayakan ulang tahun karena kata papap “ngapain sih ulang tahun-ulang tahun?” tanpa mendapatkan penjelasan lebih, atau sebenarnya dulu papap pernah memberi penjelasan tapi saya skip ya? hahaha.. Oleh karena saya tidak pernah merasakan euforia ulang tahun, saya ingat betul saya yang akhirnya membuatkan ulang tahun untuk papap. Sepulang sekolah waktu SD, saya pernah menghias kamar papap dengan balon, lengkap dengan kertas krep berwarna-warni. Tak lupa saya siapkan hadiah berupa pulpen tinta yang saya beli dari tabungan. Saya lupa sih apa tanggapan papap detailnya, yang pasti memori saya tidak mengingat adanya kemarahan, yang saya ingat hanya ada ucapan terima kasih dan haru saat itu. Setelah itu, saya terbiasa merayakan ulang tahun anggota keluarga lainnya hanya untuk kita-kita kalangan terbatas saja sampai dengan saat ini dan menjadi semacam ritual keluarga.

Maaf, bagi saya hari kelahiran cukup memiliki makna spesial tersendiri. Saat belum ada media sosial, kita akan mengetahui siapa saja yang akan ingat hari spesial kita tanpa diingatkan oleh fitur kalendernya walau hanya memberikan ucapan selamat tanpa ada perayaan apapun. Tapi itu sudah cukup membahagiakan, diingat membuat saya sangat berarti (anaknya teh sudah butuh pengakuan dari kecil). Selain itu, saya suka memberikan resolusi-resolusi disetiap ulang tahun, umur baru seolah memacu saya untuk selalu jadi pribadi yang lebih baik. Seperti saat berulang tahun ke 20 saya memutuskan untuk berkerudung, ataupun pernah beberapa kali ulang tahun saya membuat resolusi MOVE ON pada beberapa nama. LOL. hahaha..

Dan Maaf, kebahagian kecil ini juga yang ingin saya sampaikan pada kamu, kebahagian-kebahagian kecil yang pernah saya berikan pada orang-orang disekililing saya, kini ingin saya berikan kepada kamu, saya tahu ini sangat membuat tidak nyaman untuk kamu. Saya sangat mengerti, tapi bantu saya untuk berproses. Ini tahun ke 3 dia berulang tahun setelah kita menikah, 3 tahun ini kita berhasil melewati tanpa ada kue, tanpa ada lilin, walau masih ada kado-kado kecil atau perlakuan-perlakuan spesial lainnya. Anggap saja hadiah yang saya berikan bukan hadiah ulang tahun, ini rezeki yang kebetulan ada dan bertepatan dengan diskon barang yang kamu inginkan atau butuhkan sebenarnya? Lagian gak dikasih pas tanggal 9 Februari kan ya? hanya bulan Februari. hahaha.. Dan Spaghetti tadi hanya karena sudah lama ibu tidak buat spaghetti buat bapa yang jadwal ngajarnya 2 hari ini padat, ini mah biar semangat aja. Hahaha..

Seperti kata-katamu “aku tidak ingin mendoakanmu hanya dalam satu hari ini saja, tapi 364 hari lainnya”. Sebenarnya di tanggal 9 Februari ini ada seseorang yang ingin saya perlakukan sangat istimewa, tapi nyali saya belum seberani itu. Mamah, iya mamah mertua. Orang yang melahirkan kamu, mempertaruhkan hidup dan mati untuk membawamu ke dunia, orang yang membesarkanmu dengan suka cita, orang yang rela melepaskanmu untuk menghabiskan sisa hidupmu bersamaku. Terima kasih Mamah, engkau telah melahirkan laki-laki yang luar biasa yang kini ada disampingku. Maaf, nyaliku sangat kecil untuk berkata langsung padamu. Maaf, aku belum bisa menjadi isteri yang baik buatnya, ibu yang baik untuk cucumu dan kami belum menjadi anak yang berbakti untukmu. Kami hanya bisa berkata Maaf dan Doakan kami ya mah, karena ridho mu adalah ridho-Nya.

Dan Maaf Spaghettinya sudah habis disaat bila berulang tahun itu salah..

unnamed
#1minggu1cerita dalam Tema FORGIVENESS

 

 

Iklan

9 thoughts on “Maaf bila berulang tahun itu salah”

  1. Aku pernah mengalaminya. Ada orang yang gak suka di “ulangtahun” kan tapi di sisi lain aku pengen ada hal spesial untuk dia. Dan jawabannya adalah “kalau mau memberikan yang spesial tidak harus d tanggal lahir, bisa di hari lain kan?”

    Btw tulisannya bagus, salam kenal 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s