Berbagi Resep : Donut Kentang

Saya itu tidak pandai memasak, tapi saya suka membuat kue. Saya suka manis, semanis yang selalu mendukung saya membuat kue (eaaa…). Sebagai pecinta donut, roti dan sejenisnya, saya selalu penasaran bagaimana membuatnya. Sudah berkali-kali ‘BERNIAT’ mencoba membuatnya, tapi lapur seiring membaca resepnya. hahaha..

Kali ini, dengan niat yang kuat serta dukungan Reza dan Sawaii yang membutuhkan cemilan maka saya mengumpulkan keberanian dan keyakinan untuk membuat donat. Saya pun melakukan pencarian Resep Donut yang lembut, yang simple dan mudah pembuatannya. Dari sekian banyak resep, saya pun menjatuhkan pilihan pada salah satu resep yang akan saya share ya..

Bahan :

3 gelas*     Tepung Terigu (Segitiga Biru) diayak terlebih dahulu

1 gelas        Susu Full Cream (Ultra 200ml)

1 buah         Kentang direbus dan kemudian dihaluskan

1 buah         Telur

3 sdm          Gula Pasir

1/2 sdt         Garam

1 bungkus   Vanilli

3 sdt             Ragi (Fermipan)

2 sdm          Margarin (Blue Band)

* gelas menggunakan kelas belimbing standart

Cara Membuat :

  1. Masukan Susu Full Cream, Telur, Gula, Garam dan Vanilli aduk menggunakan mixer / kocok sampai menyatu semua bahannya
  2. Tambahkan 3 sdm Tepung Terigu, aduk sampai rata.
  3. Tambahkan 3 sdt ragi, aduk sampai rata
  4. Tambahkan 2 sdm margarin, aduk kembali sampai rata (kenapa dilakukan satu persatu, tidak langsung? supaya raginya bisa mengembang sempurna ya)
  5. Setelah tercampur semua, tambahkan kentang yang telah dihaluskan dengan 2 gelas tepung terigu yang telah diayak sebelumnya. Uleni sampai kalis elatis, jika belum kalis boleh ditambahkan terigu sampai adonan kalis dan elastis ya
  6. Setelah adonan kalis elastis, tutup adonan menggunakan kain serbet yang bersih dan diamkan 30 menit. Adonan akan mengembang 2x lipat.
  7. Setelah adonan mengembang, pukul adonan agar gas didalam adonan keluar
  8. Bagi adonan kira-kira 50 gram, lalu bentuk bulat dan licin disemua bagian. Diamkan kembali 15 menit
  9. Ambil adonan pertama, pipihkan dan ambil tutup botol, lalu lubangi tengahnya. Lakukan untuk semua adonan
  10. Panaskan minyak goreng, setelah panas, kecilkan api lalu masukan adonan donat tersebut.
  11. Setelah selesai berikan toping sesuai selera dan sajikan untuk mereka yang tersayang

Katanya mah, Cooking is love made visible. Jadi kamu mau menyatakan cinta pakai makanan apa?

Ibu harus waras!

Menjadi ibu itu diperlukan kewarasan luar biasa, waras secara mental maupun fisik.

Tidak semua perempuan yang sudah menikah siap menjadi ibu, bahkan seseorang yang mendambakan anak sekalipun tidak menjamin dia akan selalu waras dalam mendampingi anaknya. Terutama untuk mereka, kaum ibu yang 24 jam/hari selalu bersama sang anak. Bukan berarti ibu yang bekerja lebih mudah ya, menurut saya tantangan mereka lebih luar biasa lagi, seperti saat letih akan pekerjaan di kantor dan berharap pulang untuk istirahat tapi keadaan rumah tidak memungkinkan karena sang anak rewel? selesai sudah hidup loe, selamat menikmati ujian kesabaran ya mom.. :p

Setiap hari tantangan Ibu itu selalu berbeda. Seperti saat ini saya sedang ditantang, dianggap mampu oleh Tuhan (kalau gak dianggap mampu, saya pasti gak dikasih tantangan ini pastinya). Sawaii sedang dalam masa dimana dia sudah memiliki keinginan akan sesuatu, namun dia belum bisa berbicara secara jelas. lalu apa yang dia lakukan? Teriak. Iya, teriak sambil menunjuk sesuatu. Contohnya dia akan menunjuk sambil berteriak untuk meminta sesuatu, atau menunjuk sesuatu dan kemudian kita harus menjawab apa yang dia tunjuk itu, atau bisa juga dia ingin diapresiasi saat dia dapat melakukan sesuatu, misalnya dengan cara bertepuk tangan. Kalau kita lupa tidak tepuk tangan bagaimana? Dia akan menarik kedua tangan kita, kemudian menepuknya dengan bantuan tangannya. Sebenarnya semua itu menyenangkan, lucu dan menggemaskan. Tapi tidak saat kita dalam kondisi tidak waras (re: lelah letih lesu), semua bagaikan mimpi buruk di siang bolong. Saat kita tidak paham apa maksudnya, saat kita tidak mampu mengartikan apa yang dia utarakan dengan bahasanya, makhluk yang tinggi badannya baru setinggi lutut itu akan berteriak sekencang-kencangnya membuat ketidak warasan kita meningkat stadiumnya.

Memiliki anak ini membuat saya pernah berfikir kalau saya bukan lagi tentang saya, saya tidak bisa lagi berfikir untuk saya, waktu saya bukan lagi milik saya, dan tubuh saya bukan lagi bicara tentang saya. Iya, saya merasa ada yang mengusai (membutuhkan) saya lebih dari saya, makhluk yang katanya lemah itu bisa melemahkan sekaligus menguatkan Ibu lebih dari yang mereka tahu sebelumnya.

Katanya menjadi Orang Tua itu adalah latihan Sabar yang sesungguhnya, ujian nyata dari apa yang telah kita pelajari mengenai Sabar, Ikhlas dan beberapa ilmu lainnya yang pernah kita pelajari di Sekolah. Kecuali pelajaran logaritma , mungkin itu baru kita aplikasikan ketika anak kita mulai Sekolah. Anak melatih kewarasan dalam situasi apapun, lagi-lagi waras secara mental maupun fisik. Kita dituntut selalu waras secara fisik (re: sehat), bukan hanya mental.

Beberapa Tips (dari saya) menjaga kewarasan demi terciptanya keluarga yang penuh dengan cinta. Karena katanya saat ibu waras, dia akan bahagia, saat ibu bahagia dia akan mengeluarkan aura positif yang bisa menciptakan keluarga penuh cinta. Diantaranya:

  1. Sehat, Ibu harus selalu sehat. Pilihlah olahraga yang kamu rasa bisa membuat kamu jauh lebih rileks seperti yoga misalnya. Titipkan anak pada suami ataupun Neneknya (ini juga bisa jadi alternatif me time). Tapi jika tidak memungkinkan, kita dapat memilih olahraga bersama keluarga seperti lari (lari dapat dilakukan secara bergantian bersama pasangan. Saat Ibu lari anak bisa jalan santai bersama Bapa, dan begitupun sebaliknya), berenang bersama ataupun bersepeda. Lakukan secara rutin ya..
  2. Take your time, Titipkan anak pada suami ataupun neneknya bilamana memungkinkan. Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan misalnya memanjakan diri untuk sekedar ke Salon atau sekedar berkumpul bersama sahabat tanpa membawa anak atau suami. Tapi bila tidak memungkinkan cobalah baca buku, mendengarkan lagu favorit, atau sekedar luluran (karena ada beberapa ibu yang sangat kesulitan untuk sekedar mandi dan makan tanpa direwelin anak loh) di rumah ketika anak sedang tidur. Untuk umat Muslim, Sholat dengan penuh kehikmatan dan diawal waktu bisa jadi salah satu alternatif me time yang paling efektif, tapi saya gak bilang paling mudah ya, karena sholat dengan kualitas penuh kehikmatan itu mahal :p
  3. Dating, berikan waktu khusus bersama pasangan! lagi-lagi kalau memungkinkan menitipkan pada nenek, pergilah bersama pasangan untuk sekedar makan berdua atau nonton. Tapi ya kalau gak memungkin lagi, kamu bisa ciptakan suasana romantis dengan nonton berdua dirumah ketika anak tidur lengkap dengan cemilan favorit yang bisa jadi ASI booster juga loh 😀
  4. Say it, katakan apa yang kamu rasakan pada pasangan. Apapun itu, keluarkan. Karena biasanya Ibu butuh didengarkan, termasuk saat butuh didengarkan mengingikan sesuatu, seperti dari mulai kupat tahu sampai tas baru (HAHAHAHA..) lebih bagus lagi kalau dibeliin sih, etapi tetep pake asas kalau ‘butuh’ bukan ‘ingin’. Dan semoga para suami dilancarkan selalu rezekinya, karena katanyaa saat kita membahagiakan isteri, rezeki suami akan lancar. katanyaaa, tapi Amin! 😀

Kenapa hampir semua tipsnya butuh orang lain? minimal butuh suami? ya karena itu Bapanya. hahahahaha.. Ibu membutuhkan Bapa untuk menjaga kewarasan hidupnya, seperti halnya saat membuat berdua, kewarasan ini perlu dijaga berdua. Dan dari semua Tips itu yang jadi ‘hantu’ bagi ibu baru khususnya adalah ‘relakan’, iya relakan anak kamu beberapa jam bersama mereka yang bisa kamu percaya, percayakan dia akan baik-baik saja demi kewarasan keluarga yang lebih hakiki.

Mari menjaga kewarasan Ibu bersama-sama!!

IMG_0021
Ibu, Aku Teriak nih!
unnamed
I