Dimulai dengan Clodi Diapers

Kalau dulu tulisan saya “Antara Perempuan, Clodi Diapers, dan Menstrual pad” sebelum menikah dan memiliki anak, kini saya menulis lanjutan. Dulunya mengenai “niat” menggunakan clodi diapers sekarang menjadi “pengalaman” menggunakan clodi diapers. HORE~

Setiap orang tua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya, termasuk mengajarkan hal-hal baik dan membiasakan sedini mungkin kepada anaknya, salah satunya dimulai dengan mengggunakan clodi diapers. Kami ingin mengajarkan nilai lingkungan yg bukan hanya sekedar teori, kami ingin mewarisi kehidupan yg lebih baik kepada anak kami dimulai dengan hal sederhana, kalau bisa dikurangi sebelumnya mengapa harus memilih dikelola kemudian?

Menurut kami, sampah popok itu gak main-main, walau gak lebih banyak dari sampah plastik ya. Setiap anak butuh popok sampai mereka bisa melakukan aktifitas BAK dan BAB nya di toilet. Kalau mereka menggunakan popok sekali pakai secara terus menerus berapa popok yang mereka sumbangkan ke TPA atau bahkan sungai? Yang pasti lebih dari 100 atau bahkan lebih dari 1000 popok loh~

Maka dari itu, kami sepakat untuk minimal mengurangi sampah popok, karena sampai saat ini, dibeberapa situasi tertentu kami masih menggunakannya. Salah satunya saat beraktifitas seharian diluar rumah, dengan alasan demi kepraktisan. Lagi-lagi kepraktisan.

Adakah tantangan menggunakan clodi? Ada dong! Selain harganya gak murah (harga satuannya mulai dari 50K bahkan ada yg 300K juga), dibutuhkan komitmen juga karena itu artinya kita kudu nyuci gaes! Bahkan ada beberapa teman yg menyerah karena baby blues yang disebabkan oleh gak kuat nyucinya (khususnya buat para kaum ibu ikatan nyuci olangan), sedangkan ngurus anak sendiri itu bukan hanya nyuci clodi, apalagi awal lahiran, para ibu perlu memulihkan kondisinya sambil mengurus bayi mereka. Alhamdulilah, saya termasuk beruntung memiliki suami yg sangat suportif bukan hanya sekedar kata. Dia tidak sungkan membantu mencucinya saat saya mulai kewalahan, bahkan awal melahirkan dia nyuci tiap hari loh.

Karena dibuatnya berdua, ngurusnya juga berdua dong~

Berikut ada TIPS mengenai Clodi Diapers buat kalian yang tertarik:
1. Nikah dulu baru punya anak
2. Pastikan kamu dan pasangan kamu beneran niat mau menggunakan Clodi Diapers untuk anak kalian dan siap menerima konsekuensinya untuk mencuci yaaa
3. Beli secara bertahap, pergunakan secara bertahap dan coba beberapa merk agar bisa membandingkan kalau mau beli lagi
4. Ingat! Buat para ibu yang mencuci sendiri dan terjadi indikasi gejala baby blues / stres segera berhenti menggunakan clodi diapers sampai waktu yang tidak ditentukan tergantung kondisi sang ibu. Ya daripada tambah stres karena kepikiran harus nyuci clodi, mending break dulu ajalah. Toh kalau masih sayang (sama clodinya) bisa balikan lagi. Jangan terlalu memaksakan karena ibu harus selalu senang apalagi ibu menyusui 😀

4
Dan foto itu adalah 12 dari 16 clodi diapers (yang akan terus bertambah) hasil udunan dari yg beli sendiri, diberi baik yang baru / bekas dan ada juga yg dipinjamkan.

Jadi kapan mau coba clodi diapers buat anaknya? Tapi INGAT poin nomor 1..

unnamed

3 tanggapan untuk “Dimulai dengan Clodi Diapers”

  1. Kenapa gak disebut celana dalam bayi? Karena konsepnya gak jauh beda sama celana dalam pada umumnya. Dipakai, dan ketika gak sengaja keceplosan, ya dicuci sebelum kembali dipakai. Cuman bedanya, bayi ya selalu keceplosan, dan belum mampu mencuci sendirian. Hehe.. Karena bayi belum faham konsep malu, maka sang ibu harus sabar dan rela memaafkan 😀 Semangat Shelly! Emang gak gampang sayang anak sekaligus lingkungan, tapi Einstein tetep keukeuh ngulik fisika, meski gak gampang. Jadi kalo mulai stres & baby blues, inget Einstein! haha..

    1. karena secara konsep mungkin mirip, tapi bentuknya beda banget dan celana dalam baby juga ada lagi. biar makin paham, punya anaklah om, eh nikah dl deh, eh nyari pasangan dulu ajalah~
      Einstein dulu stress sampe kucel jg gak?

      1. ahahaha.. diberondong bertubi-tubi euy.. Punya anak mah gampang, yang susah cari ibunya, haha..

        Einstein? Liat aja rambutnya kali, udah faham sekucel apa dia, mau pemotretan aja gak sisiran, haha..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s