Kilas balik 20 Juni di Tujuh tahun yang lalu

Sebuah warung menjual coklat yang sama enaknya, namun ada yang dibiarkan tanpa bungkus, dan ada pula yang dikemas, dibungkus rapih dan cantik sehingga semut atau hewan lainnya tidak hinggap sembarangan. mana yang lebih baik?” tanya papap. “yang dibungkus dong pap” jawabku lugas sambil berpikir kemana arah pembicaraan ini.

Terbesit sepenggal percakapan diatas, percakapan aku dan papap 7 tahun lalu, tepat saat aku memutuskan menggunakan kerudung. Aku memberitahunya bahwa aku ingin berkerudung diumurku yang ke 20, tak banyak komentar yang papap berikan, hanya itu tapi itu adalah pesan yang selalu aku ingat dan jadi peganganku sampai saat ini, bahkan tak jarang aku ceritakan pada setiap teman yang sedang berproses berkerudung pula untuk menyemangati mereka. Papap sudah lama memintaku menggunakan kerudung, tapi jawabanku selalu “nanti ya pap kalau udah nikah“.

Bulan april 2008, sehari sebelum papap berulangtahun, tiba-tiba aku terbesit rasa yang cukup besar, aku ingin berkerudung, iya aku ingin menutup auratku, besok ketika ulangtaun papap aku akan berkerudung. Akupun bercerita pada mamah dan komentarnya “Jangan buru-buru, yakinkan dulu, sambil coba kumpulin baju dan kerudungnya dulu aja” jawabnya menyemangati. Mamah sangat mengerti aku yang impulsif dan mungkin dia takut aku ingin hanya sesaat lalu dibuka kembali, karena pada masa itu banyak yang melakukannya, dikampus berkerudung, main atau nongkrong dibuka kerudungnya. Iya juga sih, ini pilihan yang tidak mudah memang untukku dan perempuan lain walaupun kita semua tau bahwa itu kewajiban seorang muslimah. Selama 2 bulan aku yakinkan diri ini, tak jarang aku memperhatikan wanita yang berkerudung di angkot sambil terkagum-kagum dan berkata dalam hati “iya aku yakin, aku akan pake kerudung. biarin keliatan gendut juga. panas dikit gapapa. pokoknya mau” tekadku yakin. Selain itu, untuk meyakinkan diri, aku bercerita pada sahabat-sahabat ku yang hampir kebanyakan cowok, aku bertanya pendapat mereka. Iya aku terbiasa meminta pendapat mereka untuk meyakinkan keputusan yang akan aku ambil. Dan apa tanggapan mereka? Sahabat pertama “Kamu ada masalah? kalau ada masalah cerita atuh, jangan tiba-tiba pake kerudung“, Sabahat kedua “Kamu yakin? serius?“, dan sahabat yang terakhir “Iya sok, tapi bajunya jangan kayak leupeut yaleupeut atau lontong itu istilah untuk perempuan yang berkerudung tapi menggunakan baju, celana bahkan kerudungnya ngetat banget sampai bentuk tubuhnya terlihat jelas seperti lontong. hehehe..

Dengan bermodal keyakinan dan pengetahuan agamanya seadanya maka tahun pada 20 juni 2008 merupakan hari pertamaku menggunakan kerudung yang disaksikan oleh beberapa Sahabat, Keluarga  dan beberapa anak Yatim di Panti Asuhan Bayi Sehat Purnawarman. Syukuran itu hanya salah satu cara aku menjaga, iya aku takkan pernah tau hari esok seperti apa, yang bisa aku lakukan saat itu adalah meminta mereka untuk membantu mengingatkan aku bilamana tiba-tiba apapun alasannya niatan berkerudung aku mulai luntur dan biar makin malu sih kalau tiba-tiba aku buka kerudung sih. hahahaha..

Aku percaya setiap perempuan memiliki kisah dan alasannya masing-masing dibalik keputusannya berkerudung dan itu selalu unik dan menyenangkan setiap mengetahui cerita mereka. Semoga selalu istiqomah! amin..

Lalu 20 Juni besok resolusi apa yang akan kamu lakukan?
Doakan ya teman-teman, aku akan mencoba konsisten menggunakan kaos kaki dan lebih menutupi lekukan tubuh (karena sekarang masih kadang-kadang kalau mood XD). Terimakasih suami yang bawel banget komentari baju-baju yang tidak ideal. Tapi minta uang buat beli baju baru buat ganti baju yang gak ideal. Hahahaha.. ailafyu!

Galeri foto Transformasi 7 tahun ini lengkap dengan kealayannya. Ih alay. HAHAHAHA..