Enam Belas Minggu

DSC03276
16 Minggu

Sudah 16 minggu, ada sebuah suka cita yang sedang berkembang di dalam rahim ini. Suka cita yang kami nantikan dari awal pernikahan, bahkan aku nantikan dari sebelum menikah 😀 Maksudnya karena aku selalu jatuh cinta pada seorang ibu hamil, bagiku dia perempuan paling cantik yang pernah kulihat. Sinar kebahagiannya terpancar seiring dengan perutnya semakin membuncit. Ah! Aku selalu suka mereka dan selalu ingin merasakan apa yang mereka rasakan, merasakan secantik mereka 😀

Salah seorang temanku ada yang berkomentar “Shel, kamu mah lebih siap hamil dan punya anak dibanding punya suami”. Hahahahaha.. Amin! Yang ada yang dibenakku ketika membayangkan hamil, aku bisa lebih banyak mempunyai waktu untuk membaca, belajar menjahit, beribadah, yoga hamil ataupun berjalan kaki pagi untuk mengisi waktu luang mengisi waktu kehamilan. Bahkan aku sih pengennya tetap melakukan aktifitas biasa, membuat event, membantu wedding teman, traveling, berkarya apapun dengan perut yang semakin hari semakin besar, itu Sexy banget sumpah! Seperti teman-teman disekelilingku yang menjelang kelahiran masih aja ngurus event dengan segala bentuk tantangannya. Pengen banget bisa gitu! Dari sebelum menikah, aku senang mendengarkan cerita langsung maupun membaca tulisan sahabat-sahabatku tentang proses kelahiran mereka, keluhan-keluhan kehamilan dan kelahiran mereka, memperhatikan tingkah kehamilan mereka dan tak jarang memegang perut mereka. SUKA banget. Bahkan sedikit demi sedikit aku suka membaca buku maupun artikel mengenai kehamilan, agar aku makin siap. Karena aku percaya, ketika kamu menginginkan sesuatu, selain berdoa dan usaha, kamu juga perlu berusaha mempersiapkan diri kamu sampai Allah berkata “oke kamu siap”.

Alhamdulilah.. kurang lebih 3 minggu setelah kami menikah, kami dipercayai suka cita tersebut yang kini sedang tumbuh berkembang. Aku sangat antusias dan mulai mencari tahu apa saja ciri-ciri kehamilan muda. Biasanya apa sih keluhannya? Mual muntah, lemas, pusing diawal kehamilan? Aku sangat percaya diri aku bisa melewati itu semua dengan baik karena aku sudah terbiasa dengan gastritis akut, gak beda jauhlah keluhannya dengan gastritis. Mabok? keluarga kami nampaknya tidak ada turunan Mabok sampai mengganggu aktifitas, tante, teteh bahkan mamah bisa menjalani kehamilannya sambil bekerja. Aku yakin, kami punya turunan kuat. PEDE banget.

Fakta yang terjadi trimester awal kehamilan, drop karena pusing, mudah lelah yang bawaannya pengen tidur mulu, mual secara berkala yang lama-lama jadi muntah, mudah eneg atau mabok sama bau-bau-an khususnya shampo, handbody, sabun mandi yang bikin males mandi (padahal sebelum hamil, itu semua adalah wangi-wangi kesukaan banget), dan kalaupun terpaksa mandi, harus rela mual-mual di toilet. Kena air untuk wudhu aja atau kaki kena lantai dingin juga mual. Makan pedes atau asem dari buah pun bikin begah. Bahkan aku sempat terserang batuk berdahak yang membuat sesak napas di malam dan pagi hari ketika sedang dingin. Ditambah alergi udara dingin dan debu membuat aku sebulan terakhir ini terserang bersin setiap pagi kayak lagu non stop hits dangdut. Aku merasa sangat rewel luar biasa. Rasanya sedih banget melihat kondisi diri sendiri. Apalagi kalau berbagi cerita sama temen yang udah pernah hamil tapi sangat beruntung tidak mabok. Bahkan ada salah satu teman yang belum pernah hamil berpendapat “Aku percaya, katanya kalau pas hamil ibunya gak ngeluh atau rewel. anaknya anteng banget”, aku pribadi juga percaya, percaya banget dan itu yang aku harapkan, bahkan mungkin setiap ibu pasti mengharapkan kehamilan yang menyenangkan, masih bisa beraktifitas dengan baik ditengah kehamilannya. Atau itu juga membuat aku semakin terbebani? Ah semoga saja tidak.

Ditambah semenjak hamil, kadang aku membiarkan suamiku makan sendirian karena aku harus beristirahat, tidak menyiapkan makanannya, atau justru dia yang mengingatkanku sholat karena aku terlalu lelap beristirahat. Belum lagi kerewelan aku lainnya yang membuat dia khawatir, ah maafkan aku suami! “Kamu gak pernah mencoba menikmatinya shel? Jangan dirasa-rasa!” Pernahlah, kalau lagi mual dibiarin dinikmati, begitu mualnya membaik, cepet-cepet makan. Mencoba tetap membaca, nonton youtube, atau chatting ma temen-temen, begitu mulai pusing, cepet-cepet udahin dan istirahat, mencoba tetap beraktifitas walau hanya kuat setengah hari, setengah harinya lagi istirahatlah. Hahaha.. Yang paling extreme, kemaren sempat nerima kerjaan ke Jakarta. Karena kerjaannya 5 hari 4 malam, aku fikir amanlah toh bisa istirahat juga dengan waktu yang tidak terburu-buru. Faktanya selama pergi aku kram perut / kontraksi 2 kali dalam jangka waktu 1 jam, di hari ke 3 aku kram perut / kontraksi lebih dari 5 kali dalam jangka waktu sejam. Oke! Aku mengerti, mungkin ibunya memang kuat, tapi kondisi yang diperut kan belum tentu. Kamu mengeluh? Gak bisa dipungkiri, kadang iya apalagi ke suami karena dia yang paling dekat dengan kita dan melihat kondisi kita langsung, tapi kalau dia lagi jauh biasanya sih “masih mual, tapi dah mendingan, bentar lagi pasti baikan” padahal lagi nambru dikasur ….

Pernah satu waktu, aku berfikir apa ini terlalu berlebihan? apa semua ibu merasakan ini? sepertiku? atau memang aku berbeda? kok aku ngerasa gak bisa jadi ibu yang baik, gak bisa bersyukur karena dipercayakan suka cita ini, tiap hari mual, kadang tidak bisa beraktifitas. Apa aku memang pantas menerima suka cita ini? Aku sempat hampir menyerah, aku yang tidak mengetahui apa-apa termasuk kemampuanku sendiri untuk menjalani semua ini. Tak jarang aku diam-diam menangis dikala suami tertidur lelap menah an rasa sakit yang tak henti-hentinya, sampai akhirnya aku hanya bisa berdoa “Ya allah, aku percaya engkau maha mengetahui apa-apa untuk hambanya, jika engkau percaya aku bisa, maka sehatkanlah aku dan janin ini, kuatkan kami, tapi jika engkau merasa aku belum siap. ambillah dia dengan cara yang baik seperti enggak memberikan suka cita ini dengan cara yang baik pula. Amin” Dan alhamdulilah sampai saat ini Allah masih mempercayai kami bisa melewati semua ini dengan segala suka citanya dan semoga selalu sehat agar ibu bisa kembali motah ya nak 😀

Untuk para calon ibu diluar sana, percayalah setiap ibu memiliki keunikan tersendiri menjalani prosesnya, tak ada yang sama sesuai kemampuannya masing-masing namun tetap indah. Jangan pernah menyerah yaaa ebo-ebo semuaaa :*

Persembahan WordPress.com di Penghujung Tahun 2014

Menutup tahun, WordPress.com memberi hadiah sebuah laporan perjalanan Catatan Kecil Shelly selama Tahun 2014. Menurut laporan, selama tahun 2014 ini udah ada 1500 kali dilihat oleh pengunjungnya. Senangnya dan sangat berterimakasih kepada teman-teman yang sudah bersedia mampir, semoga Tahun 2015 isi blog ini bisa lebih bermanfaat ya. hahahaha..

Sekali lagi Terima kasih 2014 dan Selamat datang 2015!

Berikut ini kutipannya:

Satu kereta gantung di San Francisco mengangkut 60 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 1.500 kali di 2014. Jika itu adalah kereta gantung, dibutuhkan sekitar 25 perjalanan untuk mengangkut orang sebanyak itu.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.