Balada empatpuluhhari dan limapuluhempathari

IMG_7927April lalu, aku bersama Uli bertemu dan menangis bersama. Menangis atas yang sedang kami alami saat itu. Aku yang baru saja putus dan Uli yang statusnya sedang tidak jelas. Kami bukan seorang sahabat yang selalu bertemu untuk bercerita, bahkan dulu kami hanya seorang teman yang berkegiatan di sahabat walhi jabar, tidak lebih. Setelah lama tidak berkomunikasi, akhirnya kami bersama ketika liburan ke Pulau Tidung (ini juga acak dan gak sengaja, kita memang jodoh mungkin li. hahaha..). Dan setelah itu, kami sempat beberapa kali sengaja bertemu untuk saling bercerita, saling berbagi dan menularkan semangat positif satu sama lain.

Begitu pula dengan April itu, kami yang sengaja bertemu untuk saling bercerita, kami yang sama-sama membutuhkan teman untuk berbagi dan saling menguatkan, yang mana kami tidak saling tau bahwa ternyata kami sedang pada posisi yang sama. Sama-sama baru saja mengambil keputusan besar dalam hidup, aku yang akhirnya putus setelah 3 tahun berhubungan, Uli yang baru saja mempertanyakan kejelasan kepada pasangan Ta’arufnya. Ah, rasanya hari itu kami sedang sama-sama dalam titik terbawah dalam perjalanan asmara kami. (ini lebay. Hahahaha..) Dikarenakan sama-sama single, kami mulai mengagendakan beberapa kegiatan bersama, mulai dari pengajian (pencitraan banget) sampai Nonton Konser edulab bersama 3 wanita yang gak kalah istimewa, Diny, Meme dan Ririn. Berbahagia sekali bisa bersama mereka.

Setiap kali bertemu dengan mereka, kami selalu meng-update kehidupan masing-masing. Maklum kami tidak bisa selalu bertemu, tapi kami selalu memiliki kualitas bertemu yang cukup baik untuk terus mengetahui perkembangan satu sama lain. Sampai akhirnya kami bertemu lagi untuk Karoke untuk melepas rindu dan berbagi kebahagiaan karena 1 minggu setelah itu, aku akan di khitbah. Namun ternyata kebahagiaan kami tidak hanya disitu, Uli pun mengumumkan kalau dia akan dikhitbah seminggu setelah aku. ALHAMDULILAH!! Iya kami sangat berbahagia, begitupula dengan aku. Entah aku sangat merasa berbahagia mendengar Uli akan dikhitbah oleh orang yang kemarin sempat uli pertanyakan :p

Jujur saja, sebagai perempuan aku pernah menaruh simpati kepada Uli. Dia perempuan yang sangat baik, dari dulu kita kenal sama-sama belum menggunakan kerudung, dia sudah rajin beribadah dan bahkan dulu aku sempat ingin menjodohkan uli dengan calon suamiku saat ini. Karena aku suka Uli dan aku juga suka calon suamiku yang mana dulu adalah sahabatku. Aku merasa mereka pas. Tapi ternyata dan untung gak jadi 😀

Akhirnya waktu khitbahku tiba, dan disana akhirnya keluarlah tanggal pernikahan yang mana adalah 40 hari dari hari khitbahku. Lagi-lagi aku merasa sangat berbahagia memiliki mereka, karena ternyata mereka juga berbahagia karena kebahagiaanku. Kami semua bersemangat menyambut 40 hari menjelang pernikahanku. Kebahagiaan kami tidak sampai situ, seminggu setelah Khitbah aku, Uli di khitbah yang mana keluarlah rencana pernikahan Uli. yaitu 54 hari setelah Khitbahnya, iya 2 minggu setelah pernikahanku. Subhanallah, entah bagaimana lagi mengekspresikan kebahagiaan ini. Dan semoga segera menular juga kepada 3 perempuan istimewa kami itu.

After Party Karoke Dangdut Koplo dan yang berbaju Hijau itu single loh gaes! Minat? PING me 😀

Luar biasa rencana-Nya, kami seolah tidak dibiarkan sendiri, Uli ada disampingku bersama saling membantu dari masa menangis bersama, khitbah yang berjarak 1 minggu sampai nikah yang berjarak 2 minggu. Bahkan, aku sempat berkhayal semoga nanti jika Allah mempercayai kami untuk diberikan rezeki anak, semoga bisa bareng lagi ya. Amiiinnn 😀

Kini, kami sedang hectic bersama. Hahahaha.. Tapi tidak membuat kami menjadi jauh, justru kami malah saling membantu. Salah satunya, dikarenakan calon-calon suami kita sibuk, ada beberapa pekerjaan persiapan yang kita lakukan bersama. Diantaranya memesan souvenir. Iya, Jum’at lalu kami bersama mencari souvenir, berbelanja beberapa barang seserahan dan buku undangan kami kembar. Hahahaha.. Ini sangat menarik! kami sangat menikmatinya, benar-benar sangat menikmatinya.

Selain itu, aku bersama calon suamiku berencana untuk berlibur ke salah satu kota di pulau jawa juga setelah menikah nanti, tapi kami belum pesan tiket sih masih nunggu yang mau sponsorin. Mungkin ada yang berminat sponsorin? hahahaha.. Dan lagi-lagi ternyata Uli juga memiliki rencana yang sama dan mereka sudah pesan tiket duluan dooong. hahahaha.. Ini lucu banget, apa ini juga mau dibarengin aja? 😀

Terimakasih Ya allah, atas malaikat yang kau berikan dalam bentuk sahabat. Semoga kami selalu dalam kesehatan, menikmati setiap detik kesibukan menjelang, selalu berbahagia dan diberikan kelancaran hingga harinya tiba. Amin 😀

Btw, ini ada salah satu tulisan Uli yang cukup recommended untuk dibaca : http://auliauli.tumblr.com/post/98293937086/allahs-plan-is-better-than-your-dream. Selamat Membaca!

 

 

 

 

 

Mari bersiap!

Terimakasih atas semua doa dan harapan teman-teman 😀
Kami saat ini sedang memasuki persiapan tahap baru dalam hidup, kami sedang berbahagia menyambut hari dengan suka cita dan semoga kebahagian kami dapat menular sehingga kita semua dapat berbahagia bersama.

Tidak banyak yang bertanya “Kalian gak terlalu terburu-buru?” sebenernya sih mungkin iya, kami hanya memiliki waktu persiapan 40 hari!! udah kayak naik haji aja kan? hahaha.. Tapi kami percaya, niat baik itu harus disegerakan, urusan lain-lain insyaallah dengan bantuan-Nya semua tidak ada yang tidak mungkin. Dengan catatan, asal jangan banyak mau karena tujuan utamanya adalah “selamat” 😀

Ditengah kegentingan 40 hari ini dan siklus wanita setiap bulan, setelah khitbah terjadi masa dimana tiap hari saya menangis. Menangis bahagia dan takut ditambah bumbu-bumbu persiapan yang mana ternyata pasangan saya sebenernya hanya menginginkan akad dan walimahan sederhana dirumah hanya dengan keluarga dan tetangga terdekat. Tapi Walimahan adalah kepentingan orangtua lebih tepatnya dan ini bukan hanya tentang aku dan kamu, tapi tentang keluarga kita juga. Ah, aku merasa beberapa hari kemarin adalah masa yang cukup emosional ternyata oh ternyata itu juga karena ketidakstabilan emosi saya menjelang datang bulan

Kini pasanganku sakit sudah beberapa hari, dia bedrest dirumah karena mungkin terlalu cape dan beberapa orang bilang sih stres menjelang. Mungkin Allah sedang memberikan dia istirahat yang berkualitas sebelum akhirnya kami mulai berlari menuju hal yang lebih besar. Dia yang harus istirahat total menuntut aku untuk terus berjalan mempersiapkan peritilan-peritilan yang perlu dipersiapkan sendiri, mempersiapkan peritilannya sih oke, sebagai atuh terbiasa membuat acara dengan waktu terbatas. Jadi ingat, tahun 2011 saya pernah menyanggupi sebuah kegiatan buka bersama dengan 450 anak yatim dengan waktu persiapan hanya 21 hari, dulu itu juga bersama kamu. hahaha. Tapi yang membuat berat adalah ketika menyadari bahwa saya mempersiapkan sendiri tanpa teman diskusi, saya tidak bisa terus-terusan berkomunikasi karena dia butuh istirahat yang berkualitas ditambah dia mengalami pusing ketika terus-terusan menggunakan handphone.

Tanpa dia, persiapan harus terus berjalan. Aku harus mengambil keputusan cepat karena waktu yang tidak banyak. Seolah sedang bermain amazing race, aku harus melawati tantangan dengan waktu yang tidak banyak untuk menyelesaikan misi. Berhubung saya sudah terbiasa membuat acara (Alhamdulilah, sama Allah udah dibekali kemampuan mengelola kegiatan sejak lama ditambah dikelilingi banyak malaikat dalam bentuk sahabat), saya mulai dengan membuat beberapa strategi, diantaranya :

1. Detail list Kebutuhan dan Konsepnya
Berhubung saya sudah lama bercita-cita menikah, saya sudah pernah membayangkan beberapa konsep yang saya inginkan. Mulai dari Kebaya dan riasan, Dekorasi, konsep keseluruhan seperti halnya saya yang terbiasa mengelola kegiatan zerowate itu menuntut saya untuk melakukan hal yang sama, bagian konsep ini membutuhkan tenaga extra untuk menyakinkan keluarga saya. Karena mereka belum paham seberapa penting kegiatan tanpa mengeluarkan sampah dan pasti membuat mereka kerepotan juga sih, contohnya dilarang menggunakan air minuman berkemasan, harus banget gelas ya. Semua dipikirkan matang dengan waktu yang singkat tapi sesuai juga, lebih bagus lagi kalau kita dokumentasikan dalam sebuah proposal. hahahaha..
2. RAB (Rencana Anggaran Dasar)
Dari detail kebutuhan yang kita sudah list sebelumnya, kita tuliskan dalam bentuk RAB kasar (hasil survei disesuaikan dengan budget kita) sampai realisasi agar jangan sampai deal sana-sini taunya over budget dan gatau gimana cara lunasinnya dan ini sangat membantu berstrategi jika budget kita pas-pasan loh. Oia semua pengeluaran harus ditulis sampe kain keluarga atau buku tamu pun harus dicatat ya..
3. Timeline
Dari tanggal saya khitbah sampai hari H dan apa saja yang perlu dipersiapkan agar tidak ada yang terlewat dan sesuai tepat waktu, jangan sampai kelamaan surveinya dan kita lupa menghitung mundur produksinya sampe keteteran. Timeline mulai dari mencari gedung, booking gedung, pelunasan, mencari souvenir, vendor kebaya dan rias, dekorasi, seserahan semua sampai tanggal perawatan saya masukan. hahahaha..
4. Daftar Undangan
Biasanya banyak yang terlewat kalau buru-buru, maka dari itu silahkan membuat daftar undangan sebanyak-banyaknya dan di sela-sela kejenuhan, nanti kalau undangannya udah jadi dan ternyata terbatas baru kita bisa pilih dari yang kita sudah buat. Bagusnya pisahkan kategori teman kita, keluarga dan teman orangtua kita
5. Daftar seserahan
Berhubung saya sangat-sangat pemilih apalagi urusan barang yang akan dipakai, saya membuat daftar seserahan bahkan sudah ada budget dan beli dimana, bikin aja sebanyak-banyaknya kalau budgetnya terbatas kan tinggal pilih dari yang udah ada. hahahaha.. Dan satu lagi, pada umumnya cowok itu tidak suka belanja, dengan adanya data ini memudahkan kita untuk lebih efisien ketika berbelanja bersama pasangan. Pas surveinya sendiri aja, skalian me time jalan2 sendiri dan nulis harganya 😀
5. Buku Bacaan
Ingat, jangan terlalu fokus pada persiapan 1 hari itu saja, justru semua dimulai setelah itu. Kamu justru harus lebih mempersiapkan setelah ijab kabulnya, membaca adalah salah satu caranya, mulai dari membaca buku-buku tentang pernikahan, buku komunikasi perempuan dan laki-laki bahkan saya memiliki materi SPN (Sekolah Pranikah) dari teman saya. Apapun yang bisa mengupgrade pengetahuan kita. Oia membaca juga bisa menjadi salah satu bentuk pengalihan saat kita mulai stres dan jenuh dan bisa dilakukan disaat-saat luang kita.
6. Susunan Kepanitiaan
Buat kalian yang tidak akan menggunakan WO, silahkan list keluarga atau rekan yang bisa membantu terutama dihari H. Yang bisa dipercaya mengelola semuanya sesuai rencana lalu bagi-bagi tugas secara tertulis, beritahu dia posisinya apa dan apa tanggung jawabnya. Berhubung saya bukan tipe orang yang percaya pada orang untuk jadi Korlap, ini cukup PR banget sampai akhirnya saya meminta tolong sahabat saya dari TK yang sudah terbiasa menjadi WO untuk menjadi menjadi koordinator, dengan catatan saya harus mendelagasikan semuanya setelah saya rasa semua beres dan selesai seperti yang saya inginkan, jadi dia tinggal melanjutkan. Ditambah, konsep zerowaste wedding yang saya inginkan, menuntut saya untuk lebih selektif memilih team, minimal dia pernah membantu saya di beberapa eventlah ya. Karena ketika hari H, saya tidak boleh mengurus teknis lagi, bahkan beberapa hari sebelumnya. Padahal dulu bayangan saya, kalau saya wedding, saya tetap akan memakai HT dengan headset yang dipasangkan ditelinga. Agar saya bisa mendengar team saya berkomunikasi dan semua dalam keadaan aman sentosa. Hahahaha..

Oia ada kejadian unik ketika saya sedang survei souvenir beberapa hari lalu, dengan pikiran yang tidak tenang karena khawatir pada pasanganku saat itu. Ingin rasanya ada disebelahnya merawat dia, memastikan dia makan cukup, istirahat baik, tidak lupa meminum obat, tapi saya harus tetap mempersiapkan banyak hal. Yang mana prinsip saya, setiap hari harus ada progress apapun itu, walau cuma bertemu 1 vendor. Hari itu saya harus survei souvenir walau panas terik di Bandung cukup membuat malas sebelum saya harus ke Kantor, saya pun memutuskan untuk menggunakan angkot alasannya agar bisa membaca disela-sela perjalanan dan bisa beristirahat juga. Begitu sampai, saya mulai mencari apa yang ingin saya cari, masuk ke beberapa toko souvenir, memilih, menawar harga, mengambil gambar, meminta kartu nama dan terus seperti itu, hari itu saya memang berencana tidak akan langsung memesan, saya hanya perlu mencari beberapa pilihan yang terbaik menurut saya lalu mendiskusikan bersama keluarga dan pasangan saya. Tapi bagi seorang extrovert seperti saya, itu tidak terlalu mudah untuk tidak bercerita, ah rasanya ingin langsung chat dan bertanya tanggapan, rasanya ingin langsung chat dan bercerita apa saja yang saya temukan hari itu. Tapi saya harus bersabar, menahan rindu demi kesehetan dia juga.

Sampai akhirnyaaa, tiba-tiba saya menemukan kotak cincin pernikahan dengan hiasan teddy bear! KYAAAAA.. saya sangat suka Teddy bear, saya memiliki belasan bahkan puluhan boneka dan hiasan lainnya. Beneran itu moment hari yang paling spesial bagi saya, dimana mood saya berubah 180 derajat! Saya berbahagia, sangat berbahagia bahkan seolah menemukan semangat baru, dan dari situ sampai saya ke kantor saya terus tersenyum bahagia. Padahal belum dibeli ya, baru survei dan ditawar. HAHAHAHA..

Karena mood seorang yang menjelang itu harus selalu dijaga, dan kadang tak perlu hal-hal besar untuk menjaganya jika sesuatu yang sederhana bisa membuat semua terjaga 😀

 

Gambar kotak cincin Teddy Bear yang super cute. KYAAAAAAA.. hai tjalon, akuh mau ituuuhhh!!

 

Lagi-lagi Masa lalu

Tuhan menguji setiap umatnya untuk satu hal, meningkatkan kapasitasnya untuk lebih baik dan lebih baik lagi. Mungkin itu juga alasan kenapa setiap pasangan memiliki cerita tersendiri ketika menjelang hari dimana mereka akan menyempurnakan separuh dari agama mereka. Masa iya mau menyempurnakan setengah dari agama gak diuji dulu kelayakannya. Mau diberikan ijin mengemudi mobil dijalanan aja ada Tesnya, apalagi ini.

Entah mengapa, akhir-akhir ini terlalu banyak hal-hal yang berbau masa lalu datang menghampiri, ada yang menawarkan masa depan dan ada pula yang hanya mampir menggoda dengan aromanya. Untukku itu tidak terlalu sulit, karena sudah pasti aku akan tetap memilih kamu. Aku (insyaallah) bisa dengan yakin memilih kamu untuk menjadi imamku bukan hanya di Dunia tapi di Akhirat. Amin. Tapi nampaknya ujian ini bukan hanya untukku, ini untuk kamu.  Semoga kamu dapat bersabar melihat itu semua yaaa, melihat beberapa pria menghampiriku walau tak pernah aku hiraukan.

Lalu adakah yang lainnya?

“Shelly, kamu udah bener-bener move on belum dari mantan?” tanya seorang temanku, dengan lantang tanpa pikir panjang kujawab bahkan dengan huruf kapital untuk menegaskan “aku? UDAH!”, “yang bener?” tanya dia untuk lebih meyakinkan, “sama mantan aku? udah aku mah ih”, “ya baguslah kalo udah mah.. tapi kenangannya tetep ada kan?”

Damn! aku merasa kena banget dengan pertanyaan terakhir itu. Iya aku masih bisa mengenang dengan baik semua kenangan bersama dia, dari mulai kita pertama kali sampai terakhir hubungan kami. Dari mulai semua yang indah, sampai kenangan yang rasanya ingin aku lupakan karena terlalu benci untuk dikenang.

“Kenangan mah masih adalah, tapi gak pernah sedikitpun ada pikiran untuk kembali” jawabku. “Iya kaya gitu.. ibarat yang mungkin saat ini pasangan kamu rasakan untuk orang di masa lalunya”

Ini lagi-lagi cerita tentang masa lalu, aku yang sedang berjalan mengarah masa depan sedang memupuk memperkuat akar, mencari tahu apa-apa yang bisa berpotensi konflik di masa yang akan datang. Salah satunya adalah rasa cemburu aku yang berlebihan tentang masa lalumu. Iya, aku yang yakin padamu ini masih mempertanyakanmu denga masa lalumu.

Mungkin kamu sudah muak, lagi-lagi ini, ini lagi ini lagi. Tapi tenang, aku sedang berusaha, kamu bersabar ya, aku perlu waktu dan usaha keras, tapi aku akan berusaha agar ini tidak terjadi lagi dikemudian hari.

Aku pikir semua orang yang telah menyia-nyiakanmu pasti akan sangat menyesal, karena kamu terlalu spesial untuk disia-siakan. Dan aku terlalu takut kehilangan kamu saat seseorang menyesal telah menyia-nyiakan kamu. Aku terlalu sibuk mencari dimana letak keberadaan keyakinan jika waktu itu tiba, kamu akan tetap memilihku. Aku terlalu sibuk mencari alasan bahwa aku memang lebih baik untuk kamu, bukan karena dia tidak lebih baik dariku. Tapi karena Tuhan selalu tau mana yang yang terbaik untuk setiap umatnya. Dan mungkin menurut Tuhan, aku lebih baik untukmu. Dan kamu lebih baik untukku. Iya, Aku terlalu takut seolah aku tidak memiliki Tuhan.

Hari ini, aku ditegur oleh-Nya melalui temanku. Setiap orang memiliki masa lalu, masa lalu yang tidak bisa dilupakan namun bukan berarti dia akan kembali. Seperti halnya aku, aku masih bisa mengenang dengan baik setiap waktu yang terlewat di masa lalu, tapi bukan berarti aku ingin kembali. Dan kini aku percaya, kamupun sama. Kalau ayah Pidi Baiq bilang, kira-kira “Masa lalu mu adalah milikmu dan masa lalu lu adalah milikku, namun masa depan adalah milik kita bersama”

Perjalanan dari sebuah Pilihan (End)

Dengan berbekal keraguan yang tak kunjung menguap, didampingi buku yang mendadak jadi teman setia. Waktu terus berjalan seiring dengan kepasrahan dan ketenangan, karena akhirnya aku memutuskan untuk ikhlas menjalani apa yang aku biarkan berjalan dengan apa adanya, aku biarkan tangan-Nya mengatur karena Dia yang Maha Mengetahui. Beruntungnya, aku lahir dan besar dikeluarga yang membiasakan hal-hal luar biasa, ketika ragu ini semakin tumbuh, aku terbiasa melihat orang tuaku yang tak lepas dari Puasa Senin Kamis dan Sholat Malam sampai akhirnya aku mencoba hal yang sama, aku melakukannya dengan satu tujuan, ketenangan batin atas apa-apa yang saat ini berjalan. Yang mana aku baru tau sekarang-sekarang ada salah satu hadist yang menyebutkan, “Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk
menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata,
dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk
menikah.. berpuasalah, kerana sesungguhnya puasa tersebut sebagai
penahannya.” Kalau tau dari dulu, udah puasa senin kamis dari kuliah da. Secara cita-cita banget nikah muda gitu 😀

Istiqarah? Itu adalah jawaban yang selalu direkomendasikan hampir setiap orang yang sedang mengalami kebimbangan. Dan nampaknya semua orang juga tau itu, hanya seberapa niat kamu melakukan itu, dan seberapa sabar kamu melakukan itu berkali-kali tanpa lelah, sampai kamu menemukan keyakinan dan ketenangan. Tidak ada ibadah dan Doa yang instan, mie instan aja butuh beberapa menit dimasak kemudian dimakan apalagi sebuah ketenangan  hati. Jawaban yang diberikan-Nya pun ajaib, bisa dengan mimpi atau ketenangan hati, keyakinan atau kemudahan atas apa yang dipilih. Entah berapa kali aku terus istiqarah, yang aku ingat hampir 1 bulan setengah hampir 2 bulan melalukan tanpa henti. Lalu apa tanda-tanda yang aku dapatkan? Entah aku tidak mau ‘sok tau’, aku hanya merasa semakin hambar bersama pasanganku saat itu dan entah mengapa dalam sholatku dia selalu dia sahabatku.

Tapi itu semua tidak membuat aku lantas yakin itu jawaban Tuhan, aku butuh waktu untuk mencerna apakah ini sebuah jawaban atau emang dasarnya aja ‘ngarep’. Semakin lama, aku semakin hambar dan aku putuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan pasanganku saat itu, aku sudah tidak sanggup lagi untuk berpura-pura semua baik-baik saja, saat hati sudah tidak ingin  berkata sayang walau mulut tetap seolah harus berkata sayang. Maka aku putuskan untuk menyelesaikannya dengan alasan yang sebenernya pasanganku ciptakan sendiri, “Kamu ingin menyelesaikan Kuliah, kalau begitu silahkan selesaikan terlebih dahulu dan aku juga akan berusaha memantaskan diri. Jika semuanya telah selesai dan kamu yakin padaku, datang dan mintalah aku kepada orangtuaku”. Karena (lagi-lagi) menurut buku yang saya baca, kenapa akhirnya Tuhan belum memberikan kamu Jodoh ya mungkin salah satunya karena menurutnya kamu belum pantas, kamu masih harus meng-upgrade diri, mengaktifkan radar kepantasan kamu untuk dipilih jodohmu dengan sebuah peningkatan kapasitasmu. Kapasitas yang Tuhan anggap cukup mampu memenuhi kriteria Jodohmu yang memang sudah Ia siapkan sebelumnya. Tanpa ada pertahanan diri apapun, pasanganku saat itu mengiyakan. Entah karena kamu yang mulai muak padaku atau kamu ingin membuktikan sesuatu kepadaku.

Sebenernya ada satu alasan lagi yang tidak aku utarakan padanya. Satu alasan mendasar sebelum akhirnya aku memulai lembaran baru dengan siapapun itu. Aku hanya tidak ingin menjadi bagian wanita yang menyesal karena tidak pernah berjuang mencaritahu. Ini yang disebut jodoh, setiap orang yang ada dalam hidupmu itu bukan semata-mata kebetulan, Tuhan selalu mempunyai rencana cantik untuk perjalananmu. Seorang teman pernah bercerita mengenai kisahnya, dia yang tiba-tiba didatangi sahabat lamanya yang telah menikah dan memiliki anak, datang dan bernostalgia. Diakhir cerita, sahabatnya mengutarakan bahwa dulu, sahabatnya pernah berharap padanya, menaruh harapan besar. Temanku yang saat ini belum menikah sangat kaget, dia merasa ini tidak adil, karena sebenernya dulu dia juga pernah berharap, dan dia tidak pernah diberi kesempatan ini. Apakah saat sahabatnya mengutarakan itu adalah salah satu kesempatan baru? Tidak. Kadang perempuan melakukan itu hanya untuk menyelesaikan rasanya, membuat rasanya lepas agar kaki lebih mudah berjalan kedepan tanpa bayang masa lalu. Iya, aku tidak ingin menjadi bagian dari kisah-kisah itu. Maka dengan penuh kepasrahan tanpa tau akhirnya, aku memutuskan hubunganku dengan pasanganku. Memberikan kesempatan sekaligus meyakinkan hati ini tanpa adanya penyesalan. Jika saat kesempatan ini ku biarkan kosong, dan suatu ketika kamu datang. aku dengan sangat yakin dapat berkata “Aku pernah memberimu kesempatan, tapi kamu tidak mempergunakannya dengan baik. Mungkin kita memang tidak jodoh”, tapi jika ternyata kesempatan ini justru membuat kita semakin dekat. Mungkin kita memang jodoh 😀

Satu hal yang pasti saat itu ada dibenakku, apapun jawaban Tuhan kelak yang Ia pilihkan untukku, Aku siap. Karena aku yakin dan aku tahu itu memang yang terbaik untukku, untukmu, untuk kita semua. Jika Tuhan menyatukan aku dan pasanganku kembali, aku pasti berbahagia karena aku sudah sangat mengenalnya. Tapi ternyata jika Tuhan memiliki cerita lain, salah satunya bersama sahabatku, aku juga akan sangat berbahagia karena aku merasa ada hal berbeda padanya, yang membuat aku begitu nyaman walau itu juga termasuk konsekuensi yang harus aku terima.

Cerita Cinta itu selalu indah, tapi ceritaku adalah cerita yang paling aku suka. Iya, setelah keputusan itu, entah mengapa jalanku bersama sahabatku terasa mudah, semua berjalan mulus diwarnai dengan kerikil-kericil kecil namun tetap berjalan cepat. Tangan Tuhan tak pernah letih memudahkan jalan ini, ditemani doa yang tak pernah putus, syukur yang selalu terucap. Dengan penuh keberanian dan tak butuh waktu lama, dia tidak hanya memintaku menjadi kekasihnya, dia memintaku untuk menjadi Teman Hidupnya. Aku ingat salah satu ciri apakah dia jodohmu atau bukan adalah ketika kalian satu ritme, saat kamu berlari dia pun sama, saat kamu berjalan dia pun berjalan. Ternyata saat itu, dia sedang membuka diri. Dia sedang mencari calon istri yang akan dia nikahi 1-2 Tahun lagi, dengan segala pertimbangan dan konsekuensi (secara dia beneran beda dengan pria pada umumnya terutama yang pernah dekat denganku) yang kelak aku harus terima, aku bersedia. Aku bersedia menjadi makmumnya, mengikuti apa-apa yang nanti menjadi imamku. Termasuk keluar dari zona nyamanku saat itu.

Dengan segala keajaiban-Nya pula, niat baik kami dimudahkan tanpa harus menunggu tahun depan atau 2 tahun lagi. Dengan percaya bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan umatnya yang memiliki Niat menyempurnakan setengah dari agamaNya. Kami yang secara finansial belum kuat, memberanikan diri untuk memulai semuanya bersama. Membangun sebuah Mimpi baru bukan hanya mimpi mengenai Event lingkungan yang biasa kita lakukan, tapi mimpi keluarga yang selalu berpegang teguh pada prinsip sesuai ajaran Islam dan tidak bertentangan dengan Alam.

Lalu bagaimana dengan mantan pasanganku saat ini? Kami percaya, bahwa pada saatnya nanti dia pun akan berkata “Takdir Allah tidak pernah salah”, karena kami akan tetap membuka pintu kami untuk tetap saling menyayangi dalam bentuk yang berbeda.

Kita tidak akan pernah tau, sampai kita merasakan dan menjalaninya sendiri. Dan apa-apa yang sudah pada posisi “zona nyaman”, tidak selalu berakhir dengan baik. Justru bisa saja kita lebih bahagia saat kita tidak berada dalam kenyaman yang ternyata tidak membuat kita lebih baik, hanya aman tanpa berkembang.

Katanya, Jika kamu menggantungkan hidupmu pada manusia lain maka kecewalah yang kamu dapatkan. Namun jika kamu menggantungkan hidupmu pada keikhlasan-Nya, niscaya kebahagiaan yang akan kamu dapatkan. Karena Ia tidak akan pernah berkata tidak pada doamu, yang ada hanya “bukan saat ini” atau “akan ku gantikan dengan yang lebih baik” :’)

Perjalanan dari sebuah Pilihan (Part 1)

Entah sudah berapa orang bertanya “Ada apa?”, “Ih kok bisa?”, “Kenapa?”, terlalu banyak pertanyaan dari benak mereka yang benar-benar ingin tau atau pura-pura ingin tau.

Untuk mereka yang berada disebelahku, mungkin kalian sudah pada tahap muak menerima curhatan seorang extrovert lengkap dengan dramanya. Tapi bukankah hidup ini panggung sandiwara dan Tuhan sang sutradaranya? Dan aku hanya seorang pemain yang mengikuti cerita yang Dia pilih, cerita yang terbaik Dia pilihkan untuk setiap hambanya.

Tidak mudah memang, setelah apa-apa yang dilalui, setelah semua berjalan menjadi sebuah kenyaman karena terbiasa. Terbiasa bersama menjalani hari-hari dengan sebuah kehidupan yang aman, ya seperti biasa. Kamu yang dulu hadir mengisi memberi warna, warna yang hampir mirip dengan kehidupanku sebelum ada kamu, atau warnaku yang terlalu menyilaukan dan dominan sehingga membuat kamu mengikuti warnaku? hingga akhirnya semua terlihat seperti hanya warnaku dan semua berjalan seperti biasa. Sebiasa dengan cita-cita setiap pasangan yang mencinta adalah pernikahan. Iya, aku dan kamu pernah memiliki satu mimpi yang sama mengenai akhir dari perjalanan cinta kita, pernikahan.

Saat kalian memiliki cita-cita, kalian pasti akan mencari tahu bagaimana cara mendapatkannya dari seseorang yang telah terlebih dahulu berhasil mendapatkannya. Begitu pula dengan pernikahan, aku sangat antusias mencari tahu dan berdiskusi dengan mereka yang telah menikah sebelumnya. Aku ingat aku pernah bertanya pada Dodi (rekan berkaryaku di Greeneration Indonesia), “Dod, apa yang membuat dodi yakin ‘ya nur orangnya’?” jawabannya adalah “kalau kamu bisa membayangkan bagaimana kehidupan kamu setelah menikah, bisa jadi dia orangnya”.  Tanpa berfikir panjang, aku membayangkan apa yang terjadi jika aku dan kamu menikah nanti, Aman. Iya yang terbayang kehidupanku kelak tak akan terlalu sulit, sama halnya seperti saat ini, seperti menjalani kehidupan 25 tahun yang telah aku lalui. Tak kan terlalu berbeda lah. Oke kita akan terus berjalan, berproses mewujudkan semua yang kita mimpikan.

Tapi diam-diam aku membayangkan seseorang, seorang teman baik kami, partner berkarya, sahabat yang entah sudah berapa lama aku mulai menaruh ketertarikan yang mana dia tak tau dan ku biarkan rasa itu tanpa ku pelihara. Aku membayangkan jika aku bersama dia, bayangan yang aku dapat adalah aku akan sangat berbeda dari mulai pemikiran, gaya hidup sampai hal-hal kecil yang membuat aku berbeda. Aku gak bisa inilah, aku gak bisa itulah dan dan itu membuat aku mengurungkan melanjutkan khayalan itu, dan karena itu aku pasti memilih pasangankulah. Aman, Tentram dan bersahaja walau dalam hati kecilku ada penasaran, tapi kayaknya seru juga kalau sama dia. (>.<)

Semenjak dia membuka cerita kehidupan pribadinya aku mulai mengenal dia bukan hanya partner berkarya. Bahkan aku sempat memberikan pernyataan “Selama ini dia yang aku cari, bukan pasanganku”, tapi karena aku sudah memiliki pasangan dan kami cukup serius, aku memilih pasanganku, selain itu dia sangat tidak diduga, lebih banyak membuat ‘gondok’ daripada bahagianya. Walau seperti itu, Dia adalah orang yang cukup penting adalah pengambilan keputusan. Tak jarang aku mendiskusikan dan meminta pendapat dari hal-hal yang gak penting sampai hal-hal yang penting dengan catatan siap-siap ‘gondok’ atau kena semprot karena dia cukup jutek ya. Kalian yang disekelilingku mungkin lebih tau, bagaimana sikap menyebalkannya kepadaku.

Kembali lagi, semua berjalan seperti biasa, aku yang kini mulai mendesak kepastian pasanganku merasakan letih karena belum juga ada titik terang. Selalu mundur dengan berbagai alasan yang membuat aku cukup bimbang. Atas dasar desakanku juga, keluarga besar pasanganku saat itu akhirnya kerumah berkenalan karena setelah 3 tahun berhubungan kami belum pernah benar-benar bertemu 2 keluarga. Namun keluargaku merasakan ada yang aneh, tidak ada tanda-tanda yang menyinggung kemana arah hubungan kami, yang ada hanya silaturahmi biasa seperti keluarga jauh yang datang mengunjungi keluarga lainnya. Tak ada pembicaraan apapun, minimal meminta aku menunggu kamu sampai studymu selesai.

Kebimbangan itu tidak kunjung hilang, malah semakin berkembang. Aku tidak paham apa yang ingin disampaikan Tuhan saat ini, aku tidak mengerti apakah ini adalah sebuah ujian untuk kami atau pertanda yang dia berikan? Aku terlalu buta untuk membedakannya dan aku terlalu lelah untuk terus berfikir. Segala usaha telah aku coba, mulai dari curhat dengan banyak sahabat, nitip doa kepada orangtua yang mana kebetulan mereka akan berangkat Perjalanan Umrah dan sampai akhirnya aku sebut ini jodoh, aku yang memang senang berjalan-jalan sendirian ke mall atau toko buku menemukan buku mengenai Jodoh Dunia Akhirat karya pasangan suami istri muda. Yang mana dulu mana aku tertarik dengan buku-buku semacam itu, atas seijinNya tangan ini mengambil. membaca sekilas dan kemudian membelinya. Hahahahaha..

Percayalah, tangan Tuhanmu itu ajaib. Dia bisa membantumu dengan cara tak terduga melalui sesuatu yang tidak kamu bayangkan sebelumnya. Kamu hanya perlu peka dan membuka diri.

bersambung…