Untuk Perempuan

Hallo Perempuan,
Kali ini aku ingin bertanya pada setiap perempuan. Apakah kalian pernah cemburu pada masa lalu pasanganmu? Apakah itu sesuatu hal yang wajar dan normal? dengan catatan tanpa ada kejadian khusus ya, seperti masih komunikasi. Iya hanya sebuah ketakutan berlebihan karena kamu sendiri yang memikirkannya, memikirkan apakah dulu pasanganmu memperlakukan hal sama dengan masa lalunya, apakah dia masih berharap, apakah terlalu banyak apakah dalam kepala yang membuat kamu sendiri letih dengan semua pikiran yang kau buat sendiri.

Saya saat ini sedang merasakannya, semakin hari, semakin sayang, semakin yakin, semakin tau kemana arah hubungan kita, semakin takut kehilangan dan semakin memikirkan yang tidak-tidak. Ini bukan pilihan yang saya mau, tapi semua datang begitu saja. Padahal dulu saya adalah orang yang paling antusias mendengar cerita tentang masa lalunya saat kami sedang bersahabat, saya merasa saya orang yang paling bisa menerima cerita masa lalunya karena saya bisa memposisikan sebagai sahabatnya. Tapi ternyata kini, saya adalah orang yang paling ketakutan. Bahkan tak jarang saya mengalami mimpi buruk berkali-kali. Dan itu sangat menyebalkan ketika kita harus berkali-kali mendiskusikan hal ini bersamanya, membuat mood kamu mendadak runyam seketika, membuat kamu harus berkali-kali menangis hanya untuk ketakutan yang kamu ciptakan sendiri dan yang paling parah adalah membuat pasanganmu harus terus berusaha meyakinkanmu. Jujur itu menyebalkan, saya menjadi perempuan yang paling menyebalkan menurut saya.

Lelucon tanpa maksudpun bisa menjadi bumerang dalam hal ini, kita yang tiba-tiba bisa menyambung-nyambungkan apa yang terjadi saat ini dengan masa lalunya, kita yang bisa melihat sisi gurauannya sebagai sesuatu hal yang serius karenanya, masa lalu. Rasa ini membuat kita kehilangan sisi humor kita, yang ada hanya kecurigaan dan ketakutan berlebihan.

Perempuan, Apakah ini semua karena kita terlalu mengetahui seberapa rasanya dulu pada masa lalunya, atau karena masih ada yang tidak kita ketahui mengenai masa lalunya?
Yang saya yakini cemburu itu ada karena kita tidak percaya diri atau karena pasangan kita tidak bisa membuat kita percaya? Tapi entah dari kasus ini saya merasa semua karena saya, sifat dasar kita perempuan atau hanya saya?

Perempuan,
Mari berbagi cerita, mari berbagi solusi, karena cemburu bukan tanda sayang.

Menanti dengan Sedekah

Entah mengapa, sudah beberapa bulan terakhir ini saya senang membaca buku islami tentang perjodohan mulai dari karyanya pasangan suami istri muda Canun dan Fufu (Panggilan akrab mereka) sampai Anugrah Roby Syahputra. Bukunya ringan namun sangat bermanfaat. Khususnya bagi kalian yang sedang dalam umur-umur menanti jodoh, menurut buku daripada kita sibuk mencari melalui biro jodoh, comblang-comblangin sana-sini lebih baik terus memperbaiki diri sambil celingak-celinguk ya siapa tau jodohnya ada disekeliling kita (udah cocok jadi mariam teguh belum?! 😀 ) Iya salah satu caranya adalah membaca buku-buku untuk mempersiapkan diri sebelum ada yang melamar. amin..

Ada beberapa hal menarik dari berbagai buku yang saya baca, diantaranya adalah Sedekah. Seperti yang kita tau keajaiban sebuah sedekah, diantaranya adalah membuka pintu rezeki dan menolak bala. Apa hubungan dengan sebuah penantian Jodoh di Buku tersebut? Jodoh itu Rezeki, rezeki yang sangat besar. Untuk itu kita juga amalan kita juga harus besar, mungkin seperti semakin mahal barang/sesuatu yang kita inginkan, semakin mahal juga yang harus dibayarkan. Seperti yang diceritakan oleh Fufu saat sedang “berproses/ta’aruf” bersama canun, fufu yang tiba-tiba kehilangan baju dan sepatu kesayangannya lalu handphonenya pun hilang. Fufu mulanya mengira ini hanya musibah biasa, setiap orang bisa mengalaminya. Namun setelah merenung Fufu merasa selama ini kurang sedekah, dia yang minta rezeki berupa jodoh, namun dia sendiri masih kurang sehingga ditegurlah dengan kehilangannya beberapa barang.

Membaca tulisan itu, saya teringat beberapa kisah sahabat saya sendiri. Teman sekantor saya Dea, sebelum menikah dia sempat kehilangan Laptop, handphone, Dompet semua raib seketika ketika makan siang dikantor. Tidak lama Allah menggantinya dengan Rezeki yang lebih besar, Dea menikah dan kini telah memiliki seorang anak laki-laki yang ganteng dan menggemaskan. Dwita, teman kantor saya juga kehilangan Tas beserta isinya ketika sedang dibonceng teman di Jembatan Pasopati, Dan dia akan menikah di akhir agustus ini. Sedih sih kehilangan, siapa yang mau kehilangan walau apa-apa yang ada didiri kita saat ini hanya titipan yang mana bisa diambil kapanpun oleh sang pemilik. Tapi kalau digantinya sama Jodoh yaaaaa seneng juga 😀

Eits, tapinya jangan sengajaian juga sih mendadak jadi teledor. Alangkah lebih baiknya kalau kita berbagi dulu daripada diambil paksa? Karena berbagi itu menyenangkan. Tidak perlu besar, yang penting ikhlas 🙂

Mengenai sedekah, saya pernah mendengar sebuah kisah tentang seorang pengemis tua yang sudah 1 hari tidak makan, dia sangat kelaparan sekali sampai akhirnya uang hasil mengemisnya cukup seadanya untuk makan di malam hari. Saat akan menyuapkan makanan, tiba-tiba ada pengemis lain yang menghampirinya. Yang mana ternyata dia sudah 3 hari tidak makan, tanpa pikir panjang makanan yang akan dia makan dia berikan kepada pengemis itu. Subhanallah, dia yang tidak memiliki apa-apa aja bisa berbagi. Masa kita yang bisa berusaha tidak bisa menyisikan sedikit dari pendapatan tiap bulan?

Ini bukan seberapa kaya kamu, sehingga mampu berbagi. Bukan apa tujuan kamu berbagi, mempermudah jodoh, meluaskan rezeki atau menolak bala. Ini hanya mengingatkanmu untuk menyisikan dari apa yang kamu miliki, karena apa yang ada didirimu bukan semata-mata untukmu. Dan siapa tau, allah ganti sama yang lebih besar bisa jodoh di Dunia atau sesuatu yang lebih besar nanti di Akhirat. Amiiinn 😀

Ayo, Mari dan Selamat berSEDEKAH gaes!