Sebegitu Cintakah Kau Kepadaku?

Seandainya semudah itu aku dapat percaya semua kata-katamu seperti aku percaya pada rasa ini, hanya padamu hanya kamu. Aku percaya kamu tidak sedang bermain di hatiku, aku percaya kamu selalu berusaha untuk menetap tinggal selama-lamanya, Aku percaya kamu menyayangiku tulus, aku percaya sangat percaya. Namun entah, ada bagian dari dalam diri ini entah dari mana yang terus berusaha membantah, menjaga, menjauh sampai kamu datang kepada ayahku dan meminta aku.

Iya, aku tahu ini egois. Namun jika kamu ingin tahu bagaimana cara memuliakan seorang wanita, datanglah kepada ayahku. Minta aku untuk mendampingimu selamanya, bukan datang kepadaku dan memintaku untuk menjadi kekasihmu.

Kemarin, aku pernah merasakan hal yang sama. Kemarin, aku pernah mendengar kata yang sama. Kemarin, aku pernah dijanjikan yang sama. Hanya cara yang berbeda dan rasa yang berbeda. Rasa yang tidak bisa kujelaskan dengan kata, rasa yang sudah lama kutunjukan tulus padamu walau hanya sebagai seorang sahabat, rasa terus memperhatikan hal-hal kecil tentangmu namun indah, rasa yang sempat ku abaikan namun semakin tumbuh dengan subur tanpa harus kau sebor.

Jika kau bertanya “sebegitu mencintaikah kamu padamu?” aku tidak bisa menjawab, aku tidak tau. Yang aku tau, semua tentangmu begitu menarik untukku dan tak dapat aku lupakan. semua.

Kamu pernah berkata, “Jangan pernah mencintaiku lebih dari aku mencintaimu” Ahhhh.. seandainya ada settingannya, sudah pasti selalu aku kurangi setiap hari, sejalan dengan rasa ini yang terus bertambah setiap harinya. Sejalan dengan keikhlasan hati ini untuk selalu membuat kamu tenang dan tercukupi rasa cinta setiap harinya, walau kadang kamu terus membicarakannya. Membicarakan Dia yang sudah menjadi masa lalu mu, saat kamu memilih aku. Dia yang tidak membuatku cemburu tidak akan, namun kadang membuatku sadar betapa berartinya Dia, dan aku tidak akan pernah bisa memenuhi hatimu karena selalu ada ruang tentang Dia di hatimu. Ruang yang tidak akan pernah aku bisa isi, sampai kapanpun.

“Jika suatu saat Dia kembali dan meminta kembali, apakah kamu akan kembali?” itu pertanyaan bodoh yang tidak akan pernah sanggup aku dengar jawabannya sampai Allah benar-benar telah membekaliku sebuah keikhlasan sebanyak air di Bumi yang tidak akan pernah berkurang walau aku gunakan untuk menerima jawabanmu kelak. 

Kamu tahu, rasaku ini terlalu besar padamu. Aku sendiri tak sanggup menanggungnya, sampai aku tak mampu membayangkan kamu pergi. Bukan karena aku tidak yakin padamu, padaku atau pada kita. Aku hanya takut rasa ini hanya akan membunuhku. Biarkanlah aku dengan perlahan menitipkan rasa ini kepada Allah, menitipkan dengan keikhlasan tanpa batas.

Maafkan aku, kamu harus bersabar membuatku yakin dan aku akan bersabar sampai kau dapat membuatku yakin.

Da Aku Mah Apa Atuh : Shelly Asmauliyah

Oleh : Pacarnya Shelly Asmauliyah
Da aku mah atuh?
Hanya Shelly Asmauliyah
atau Shelly Syelebor

Da aku mah apa atuh
Bukan susu yang mempunyai
Satu dimensi waktu, yaitu dalam
Satu dimensi ruang, yaitu belanga.

Da aku mah apa atuh?
Lebih benar sebagai air sungai yang mengalir
Dari hulunya yang di gunung
Ke hilirnya ke laut biru
Sehingga mempunyai tidak hanya satu waktu dimensi ruang dan waktu
Dan definisinya ditentukan oleh multimendia waktu-lalu, sekarang, dan nanti
Dan ruang-ruang yang ditempati di mana mengalir

Da aku mah apa atuh?
Hanya manusia dari jenisnya perempuan
Seperti manusia lain, berlaku kadang salah dan kadang benar
Seperti perempuan lain, ingin mencinta dan dicintai

Da aku mah apa atuh?
Yaitu manusia perempuan yang sedang mendefinisikan diri, dengan pengalaman sekarang dan mimpi nanti
Mimpi dicintai seseorang, hanya seorang pangeran “Aku mencintaimu dengan sederhana, yaitu apa adanya”

Da aku mah apa atuh?
Apakah mimpi ini sudah jadi kenyatan?

Banjaran, Habis subuh

1 Hari di Bulan Juni

Kemarin 1 Hari di bulan Juni, kamu mengingatkanku sesuatu, sesuatu yang membuatku semakin bersyukur atas semua yang terjadi saat ini.

“Mencintai Kamu hanya salah satu cara Aku Mencintai Allah”

Iya, kamu membuatku semakin mencintai Allah. Kamu membuatku semakin mencintai Keluargaku. Kamu membuatku semakin bersyukur karena Allah mempertemukan kita dengan cara yang indah.

Seperti kata Glenn Fredly, Segala sesuatu ada waktunya dan datang tepat pada waktu. Iya, kali ini aku percaya. Apapun yang terjadi saat ini, semua sudah menjadi Skenario Allah, semua yang kita lalui adalah hal terbaik yang harus kita syukuri, waktu yang dipilih Allah saat ini adalah waktu terbaik yang dipilih Allah untuk membuat kita bersama.

Kamu selalu menjadi pembicaraan menarik dalam setiap Doa bersama Allah, dan  diskusi yang paling disukai bersama Ayah dan Ibu. Kamu yang bisa menerimaku apa adanya, kamu yang kini sedang berjuang untuk selalu ada disampingku, Kamu yang kini bukan hanya sahabat, kamu yang kini bukan hanya teman berdiskusi dan berbagi tentang sebuah ide, kamu yang kini bersama memiliki Mimpi bersama. Kamu, ijinkan aku menerima kamu dengan apa adanya kamu untuk selalu bersama sampai Maut memisahkan, ijinkan aku berada disampingmu bersamaan dengan kehidupan yang terus berjalan, dan ijinkan aku bersamamu meraih kebahagian abadi di Akhirat kelak.

Ibu, kamu tahu aku dan ibu terlalu mirip. Karakter kami yang sangat mirip membuat kami tidak jarang tidak saling memahami. Aku dan Kamu saat ini, membuat aku menyadari satu hal, tidak ada yang lebih memahami kita selain keluarga kita sendiri. Kini tiada hari tanpa cerita Kamu dari mulut Ibu. Ibu yang selalu mengingatkan untuk kita selalu bersabar sampai waktu indah itu akan tiba.

Ayah selama ini selalu pendengar yang baik, selalu. Namun malam ini kamu tahu, dia berbeda. Dia berbicara apa yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya, dia sedang tidak berbicara dengan anak perempuan yang selalu dimanjakan, dia berbicara dengan anak perempuannya yang dewasa. Iya, dia menitipkan beberapa pesan, dia bercerita apa yang dia rasakan, yang dia tidak ceritakan pada siapapun, kecuali padaku malam ini. Apa yang tidak pernah ia ungkapkan sebelumnya untuk menjaga wibawanya sebagai seorang ayah. Itu semua karena kamu, kamu selalu menjadi perbincangan menarik itu kita semua.

Kita mungkin tidak akan pernah sadar betapa berharganya kita sampai ada seseorang yang sangat mencintai kita apa adanya, seseorang yang mengagumi kita dengan segala yang mungkin sebelumnya kita tidak pernah tahu. Kita tidak akan pernah mengetahui seberapa sayang kita sampai ujian itu datang, sampai kita tetap bertahan dan membuahkan sebuah hadiah keyakinan rasa sayang yang semakin luas tanpa batas.

Ya allah, beritahu kami adakah cara lain yang bisa kami lakukan untuk berterimakasih padamu atas nikmat yang tidak henti-hentinya kamu berikan? Bolehkan aku berkata, kami cukup berbahagia. Jangan tambah lagi, kami takut kami tak mampu menampung semua kebahagiaan ini lagi. Jangan tambah lagi, karena kami belum melunasi rasa syukur kami atas kebahagiaan yang telah kau berikan.

Untuk kalian, jangan berhenti.Ingat dan Percayalah, saat kalian lelah, itu adalah 1 langkah terakhir sebelum manis yang akan kamu tuai dari sebuah perjuangan. Allah tidak pernah salah, semua yang dia gariskan itu adalah skenario terbaik yang dia pilihkan untuk setiap Umatnya.

Bintang, ku titip Kamu diantara di Langit malam. Jaga cahayamu sampai waktunya tiba