Maaf, Tak Pernah Setengah Hati

Pagi ini, Tompi memaksaku menulis. Dia memaksakan aku untuk mengeluarkan apa yang tidak ingin kau dengarkan namun harus aku katakan. Kamu yang sedang dalam amarah, kamu yang saat ini sedang dalam kabut kekesalan. Aku paham dan aku tidak meminta kamu untuk memahami aku. Yang aku inginkan, suatu saat kamu akan berkata pada dirimu sendiri “Skenario Allah tidak pernah salah”.

Pagi ini tompi mengingatkanku dengan kata-katanya, “Tak pernah aku niati, untuk melukai atau meninggalkan dirimu. Sesalku selalu bila tak sengaja bila ku membuat kau menangis”. Iya, kamu tau. Aku tidak paham yang terjadi saat ini, aku hanya mengikuti kata hati dari serangkaian keraguan, Doa dan Air mata disetiap sujud di Setiap Malam. Ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan oleh kata, ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan oleh logika. Ada kenyamanan dan keyakinan yang tak terbantahkan dari hari ke hari. Ini sebuah kata hati yang aku pilih dan aku akan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang aku pilih, termasuk saat ini.

Percayalah, kami selalu akan menjadi temanmu dalam doa. Kami akan selalu terbuka untukmu, walau tidak hari ini atau lusa.

Maaf, jika harus saat ini atau baru saat ini. Maaf jika keputusan ini membuatmu dalam amarah, maaf jika cara ini salah.

Kamu, kami harap kamu akan menemukan seseorang yang pasti terbaik untukmu menurut-Nya. Cintailah dia dengan semestinya, perlakukan dia dengan baik, istimewa dengan melibatkan Allah SWT dalam setiap prosesnya. Kami harap suatu saat kami dapat bersama kembali dalam sebuah ikatan persahabatan seperti dulu.

Seperti halnya dulu, Aku tetap sayang kamu dalam bentuk yang lain.

Jum’at, Jatuh Cintalah

Ini Jum’at, entah Jum’at keberapa ini. Yang aku ingat hanya selesai Jum’at shubuh itu, aku berbahagia. Ada yang memberikan setitik cahaya diantara gelapnya ruang hati. Aku tidak ingin lebih, cukup. Cukup kata nyaman yang aku dengar dan biarkan kita nikmati semua berjalan apa adanya.

Jum’at, Ini jum’at dimana lagi-lagi aku mengetahui kamu yang aku cari. Kamu yang selama ini dinanti, kini selalu ada diantara yang tak terlihat namun terasa hangat. Aku merasa semua terisi penuh, menutup dan melengkapi yang sebelumnya hampa. Sudah cukup, jangan terburu-buru. Aku berbahagia.

Jum’at, setiap jum’at kamu semakin dekat dan mendekat memberikan kepastian yang membuatku tak percaya kamu benar ada. seperti Doa ku kemarin. Doa yang tidak pernah lepas, yang ingin kupanjatkan bukan untuk ku miliki namun untuk ku ikhlaskan atas apa-apa yang menurut-Mu benar adanya

Ah Jum’at, aku tak ingin bangun dari tidurku di hari Jum’at. Aku ingin terus tertidur bersama mimpi indah ini bahwa kau ada disampingku, memberikan apa yang tak pernah sanggup aku bayangkan sekalipun.

Kamu, jangan berubah. Tetap menjadi sahabat, tetap menyebalkan, tetap menjadi apa-apa yang kamu inginkan dan tetaplah rindu tanpa berucap. Biarkan semua berjalan apa-apanya, biarkan Allah mengatur semua dengan semestinya dan biarkan kita mencicipi kebahagiaan  ini secukupnya. Secukup rasa ikhlas yang bisa kita nikmati atas apapun yang terjadi nanti. Percayakan niat ini akan baik untuk semuanya, bukan hanya kita, dan dengan restu-Nya tentu.

Love is not egotistical, it is not about you or I, it is about us, about we, about humanity’s collective future – Pablo Nerunda

Terimakasih Naif, “Karena kamu cuma satu” dan Adam Sandler, “Grow Old With You” aku berbahagia, berbahagia kalian bernyanyi untukku darinya.

Untuk itu, Kupastikan Tak Kemana-mana yang dinyanyikan Tangga akan mengiringi perjalanan kita.

Tak Kemana Mana by Tangga

awal cerita yang selalu bahagia
adalah skenario yang ditawarkan cinta
namun hanya Tuhan yang tau Kemana
perjalanan ini kan bermuara nantinya…

kita sedang bahagia
jangan buang waktu menerka nerka akhir nya
tenang aku disini, selama kau disisi
aku bejanji tak ke mana mana

mungkin saja esok mungkin saja lusa
mungkin saja dunia sekejab jadi berbeda
perasaan dan segenap cinta yang kau
dan yang aku punya

Kan tetap sama . . .

masa depan yang aku inginkan
adalah membahagiakanmu
mulai hari ini…

bagai bulan dan bintang kita takkan terpisahkan
kita trus bersama warna kita selalu terang itu jadi pegangan
janganlah pikirkan masa depan yang jauh
tujuan masih jauh nikmatilah saat ini
toh bah kita bersatu kan kupegang tanganmu serta pelukkanku
cerita nanti biar nanti syukuri ini dulu

kita sedang bahagia
jangan buang waktu menerka nerka akhir nya
tenang aku disini , selama kau disisi
aku bejanji mulai hari ini hingga tua nanti

Tak kemana mana
Tak kemana mana