Pejuang Cinta Keluarga di 21 April

Kami memang tidak 100% mengetahui perjuangan Cinta yang kalian lalui, entah hanya berapa persen yang kami ketahui. Kehidupan yang tak pernah berjalan mulus, roda yang terus berputar,kadang diatas dan kadang dibawah, Tangis Tawa, Memiliki sampai rasa tak memiliki pernah kalian lewati bersama. Bahkan Rasa Pengkhiantan dan Dikhiatani. Tak perlu kami ketahui semuanya untuk kami mengerti perjuangan kalian.

 

Hari ini 21 April, tepat 32 tahun lalu kalian memulai semuanya dari NOL. Berjuang bersama, untuk sebuah keluarga kecil yang kalian bangun bersama atas nama cinta.

Selamat Ulang Tahun Pernikahan Pap Mam, Jatuh Cintalah seperti pertama kali kalian Jatuh Cinta. Tetaplah selalu bersama, saling menjaga dan mencintai satu sama lain sampai Hayat memisahkan.

Terimakasih Pap Mam,
Terimakasih untuk Cinta Tanpa Batas yang kalian kepada kami. Terimakasih, kalian mengajarkan kami sebuah perjuangan, perjuangan sebuah keluarga yang akan kami jalani kelak, seperti kalian saat ini.

Maafkan kami belum dapat memberikan yang terbaik yang bisa kami berikan. Walau kami tidak selalu disisi kalian, percayalah. Selalu ada Doa dalam setiap butiran doa kami dalam setiap Sholat, Selalu ada Air mata terimakasih bahagia atas apa yang selalu kalian berikan, akan ada selalu pelukan dan cium mesra kami melalui tangan Allah SWT. Berbahagialah selalu, karena kami akan selalu berbahagia atas semua kebahagian kalian

Happy Wedding Anniversary!
Selamat berbahagia menghabiskan waktu bersama di Masa Pensiun ini 🙂

With Love,
Teh Nety yang berada di Arab Saudi bersama keluarga kecilnya,
Adik Yanyan yang sedang berjuang menyelesaikan Studi di Timika – Papua,
Dan Shelly di Kamar Atas 😀

Jarak tidak akan pernah memudarkan sebuah kasih sayang keluarga melalui Doa. Love you all

 

 

Surat Untuk Tuhan

Entah sudah berapa kali ku tulis surat untukmu,
Aku tahu, kamu sudah sangat bosan dengan semua surat yang aku kirimkan padamu
Dan bukan untuk pertama kalinya aku menuliskan surat dengan untaian air mata mewarnai setiap tulisannya

Kali ini aku tidak akan meminta apapun yang aku inginkan darimu,
Aku hanya ingin kamu membiarkan aku pasrah, pasrah dalam setiap takdir yang kau tulis, pasrah menikmati waktu tanpa bisa kembali, pasrah untuk menikmati rasa tanpa harus memilikinya

Seperti janjimu pada setiap doa yang kau berikan umatmu.
Jika memang dia yang terbaik untukku, keluargaku, agamaku dan kehidupan dunia akhirat kelak. Maka pertemukanlah dan dekatkan kami dengan cara yang baik, cara yang kau ridhoi. Tapi jika dia memang tidak baik untukku, keluargaku, agamaku dan kehidupan dunia akhirat. Maka jauhkanlah kami dengan cara yang baik pula, cara yang kau ridhoi

Kau yang maha segalanya, melihat apa yang tidak dapat kami lihat

Bandung, 7 April 2014 7:07 AM
tertanda,

hambamu