Pencuri Senja

Senjaku kini terbuat dari hujan yang tak kunjung berhenti, ditemani payung teduh yang terus bernyanyi membuat semua seharusnya indah.

Sampai dimana aku harus berbicara padamu, kembali menikmati sebuah senja bersama. Namun sayangnya kamu tidak pernah kembali menemani senjaku. Kamu yang bersamaku kini tak mampu membayar rindu, hanya menyisakan cemas yang tak kunjung menguap.

Semua itu bermula saat kita terjebak pada cerita yang tidak kami pilih, cerita yang membuat kami memutuskan untuk tidak menghiraukan membiarkan cerita itu terbang bersama angin. Dia membawa kamu jauh tak kembali pada senjaku.

Hujan Senjaku, Sampaikan salamku untuknya, jangan sampaikan melalui angin. Angin mencuri dia dari senjaku, Katakan terima kasih atas setiap senja yang kita lalui bersama, katakan aku rindu senjaku yang dulu. Katakan padanya, jika dia tidak menganggapku penting, jangan buat ini seolah penting untuk selalu hadir di senjaku.

“Aku ingin berdua denganmu, diantara daun gugur. Aku ingin berdua denganmu, tapi aku hanya melihat keresahanmu”